Namun, Waketum PD Roy Suryo menyebut pembentukan poros ketiga itu memerlukan langkah cermat. Sebab, PD berkaca dari pengalamannya saat mengikuti Pilgub DKI Jakarta pada 2017.
"Tentu pertimbangan akan sangat matang. Benar bahwa kita sangat menyadari bahwa poros ketiga yang sama di Pilkada DKI waktu itu hasilnya tidak menguntungkan," ujar Roy di sela-sela Rapimnas PD, di Sentul International Convention Centre (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/3/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, PD masih ingin terus menjajaki semua kemungkinan koalisi yang terbentang. Roy mengatakan, partainya saat ini gencar melakukan komunikasi politik dengan seluruh seluruh parpol.
Baca juga: Geger Muncul Poros Ketiga, Apa Ujungnya? |
"Jadi belum memberikan apakah kami akan menjadi partai yang untuk poros ketiga atau ke salah satu poros karena semua harus memperhitungkan secara matang, terukur, dan terstruktur," sebut anggota Komisi I DPR itu.
Wacana poros ketiga ini muncul dari Presiden PKS Sohibul Iman. Ia mendorong Partai Demokrat bersama PAN dan PKB membentuk poros baru di Pilpres 2019. Alasannya, agar kontestasi pilpres bisa diikuti calon alternatif di luar Presiden Joko Widodo dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto.
Isu ini pun kian menguat setelah elite PD-PAN-PKB diketahui melakukan pertemuan di Mal Pacific Place, Jakarta Selatan, Kamis (8/3). Ketiga partai disinyalir membahas soal poros baru. Namun, Ketum PAN Zulkifli Hasan menyebut kemungkinan pembentukan poros ketiga itu sulit dilakukan. (tsa/dkp)











































