DetikNews
Minggu 11 Maret 2018, 07:28 WIB

Pratu Randi Gugur, Paman: Dia Benar-benar Ingin Jadi Tentara

Wisma Putra - detikNews
Pratu Randi Gugur, Paman: Dia Benar-benar Ingin Jadi Tentara Keluarga kenang Pratu Randi (Wisma Putra/detikcom)
Sumedang - Pratu Randi Suryadi anggota Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad gugur saat menjalankan tugas. Paman Randi, Cucu Suhendra (44) mengatakan, butuh perjalanan panjang bagi sepupunya itu untuk menjadi seorang Prajurit TNI.

"Dia benar-benar ingin jadi tentara. Pertama waktu dia masih sekolah daftar Akademi Militer (Akademi Militer), dia sudah Pantohir (penentuan tahap akhir), hampir lolos. Pas di pantohir gagal, tidak ada rezeki," kata Cucu di rumah duka, Minggu (11/3/2018).

Dia mengungkapkan, karena Seleski Akmil dan Secapa berbarengan, Akmil tutup otomatis Secapa pun tutup dan dibuka kembali Selesksi Secata (Sekolah Calon Tamtama).

"Ternyata langsung lolos, tesnya di Rindam Siliwangi. Lolos mulus. Dia daftar sendiri, tidak diantar-antar," ungkapnya.

Bahkan, menurut Cucu untuk mempersiapkan fisik dalam menghadapi seleksi masuk TNI, Randi pun mempersiapkan sendiri tanpa ada dorongan dari orang tua. Bahkan orangtuanya malah melarang dan Cucu yang memberikan dukungan kepada Randi untuk mewujudkan cita-citanya.

"Dari SMA kelas 2 sudah (latihan fisik) lari-lari. Tidak diarahkan, keinginan sendiri bahkan pihak keluarga ibu dan bapaknya tidak mengizinkan. Cuma dia benar-benar ingin dan minta membujuk orang tuanya (agar mengizinkan)," ungkapnya.

Randi memiliki adik bernama Ita Sukmawati saat ini masih duduk di bangku SMA. Keduanya lahir dari keluarga sederhana pasangan Eman Sumantara dan Oneng Rohaeni yang saat ini masih bekerja sebagai buruh senior di salah satu pabrik industri di Jatinangor.

Jasad Randi akan dikebumikan, di pemakaman umum milik keluarga yang berada di Kampung Sirah Cai, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pagi ini sekira Pukul 10.00 WIB.

Cucu merasa terpukul karena sepupu kesayangannya itu, kembali ke rumah dalam keadaan tak bernyawa karena gugur saat bertugas. Dia tewas di Sungai Bogowonto, Purworejo, Jawa Tengah, saat hendak menyelamatkan anakl-anak TK dan PAUD yang jatuh ke sungai dari tank yang oleng.

"Terus terang dalam keadaan seperti ini saya merasa terpukul, seolah-olah saya yang nyuruh-nyuruh dia menjadi aparat (TNI). Saya merasa kehilangan, berat kehilangan Randi, seakan-akan ada lebihnya. Saya merasa tidak langsung disuruh mati oleh saya kan saya dukung dia supaya jadi tentara," jelasnya.

Cucu menambahkan, saat bersekolah di bangku SMA, Randi aktif di ekstrakurikuler Pramuka. Dalam kegiatana organisasi nya Randi suka membantu polisi, ikut mengatur lalu lintas di Jatinangor.

"Polisi Polsek Jatinangor, kok Randi ikut-ikutan polisi, ternyata kamu malah keluar jadi tentara. Aktif di Pramuka SMAN 1 Jatinangor," pungkasnya.
(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed