DetikNews
Minggu 11 Maret 2018, 04:36 WIB

Keluarga Kenang Pratu Randi Korban Tank: Beli Terigu untuk Ibu

Wisma Putra - detikNews
Keluarga Kenang Pratu Randi Korban Tank: Beli Terigu untuk Ibu Keluarga kenang Pratu Randi (Wisma Putra/detikcom)
Sumedang - Pratu Randi Suryadi anggota Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad gugur saat menjalankan tugas. Randi dikenang keluarganya sebagai anak yang penurut.

Pria kelahiran Kabupaten Sumedang tahun 1993 itu tewas dalam kecelakaan tank M113 di Sungai Bogowonto, Purworejo. Pratu Randi terjun ke sungai untuk menyelamatkan anak-anak TK yang tercebur setelah tank tergelincir ke dalam sungai.

Pantauan detikcom, Minggu (11/3/2018), Isak tangis tak terbendung saat jasad Pratu Randi tiba di rumahnya yang duka yang ada di di Dusun Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Keluarga Kenang Pratu Randi Korban Tank: Beli Terigu untuk IbuKeluarga Pratu Randi histeris (Wisma Putra/detikcom)


Ibu dan adik perempuan Pratu Randi terus menangis histeris dan ditenangkan oleh sejumlah saudaranya.

"Sosok Randi orangnya pendiam, jangankan itu merokok juga tidak," kata Paman Randi, Cucu Suhendra (44) di rumah duka.



Cucu mengungkapkan, sosok Randi sangat penyayang dan menuruti orang tuanya. Meski Randi sudah menjadi anggota TNI, namun Randi tak pernah gengsi hanya untuk membeli seperempat tepung terigu untuk kebutuhan memasak ibunya.

"Ibunya lagi masak goreng kekurangan terigu, nyuruh adiknya tapi enggak ada, eh malah dia berangkat sendiri ke warung," ungkapnya.



Pratu Randi merupakan, anak pertama dari dua bersaudara, yang lahir dari pasangan Eman Sumantara dan Oneng Rohaeni, sementara itu adiknya bernama Ita Sukmawati saat ini masih duduk di bangku SMA.

Keluarga Kenang Pratu Randi Korban Tank: Beli Terigu untuk IbuFoto-foto Pratu Randi, anak kebanggan keluarga (Wisma Putra/detikcom)


Saat disinggung terkait kejadian nahas yang menimpa Pratu Randi, pihak keluarga belum mengetahui terkait insiden kecelakaan itu.

"Kalau masalah kejadiannya kan saya tidak tahu, karena kejadiannya di Jawa. Cuma kalau tidak salah waktu bulan satu (Januari) dia baru pulang dari Poso dan diberi cuti satu minggu dan kembali lagi ke Jawa. Tahunya kabarnya sudah gini, katanya tenggelam," jelasnya.

Cucu menambahkan, dia mendapatkan kabar tersebut dari anaknya yang ada di Batam, soalnya telepon genggam milik adiknya dibawa ke sekolah. "Saya dapat kabar itu dari anak saya di Batam," pungkasnya.


(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed