DetikNews
Minggu 11 Maret 2018, 01:46 WIB

Airfast: Landing di Pantai Batam Tak Darurat, Penumpang Selamat

Danu Damarjati - detikNews
Airfast: Landing di Pantai Batam Tak Darurat, Penumpang Selamat Foto: Pesawat Airfast mendarat darurat di Pantai, Batam (Agus Siswanto/detikcom)
Jakarta - Pesawat Airfast mendarat di Pantai Ocarina, Batam, Kepulauan Riau. PT Airfast Indonesia menyatakan itu bukanlah pendaratan darurat karena pesawat itu memang amfibi, bisa mendarat di perairan.

"Kejadian ini dikategorikan "incident (kejadian)" bukan "accident (kecelakaan)" karena bukan pendaratan darurat atau emergency landing ataupun "ditching" karena pesawat memang berjenis amfibi yang tersertifikasi untuk melakukan tinggal landas ataupun mendarat di landasan maupun di air (sungai, danau, dan laut)," kata Corporate Secretary PT Airfast Indonesia, Bachri Marzuki, Minggu (11/3/2018).

Dia berbicara lewat keterangan pers PT Airfast Indonesia. Sebelumnya diberitakan pesawat Airfast melakukan pendaratan darurat di pantai kawasan Batam. Airfast kini menyatakan itu adalah pengalihan pendaratan. Pesawat jenis Twin Otter DHC6 dengan registrasi PK-OCK rute penerbangan dari Pulau Bawah Kepulauan Anambas menuju Bandara Hang Nadim Batam itu mengalami kendala teknis pada Sabtu (10/3) pukul 13.24 WIB.

"Sehingga terpaksa mengalihkan pendaratan di laut area Pantai Ocarina, Batam Center, Pulau Batam," demikian keterangan tertulis PT Airfast Indonesia.



Ada delapan orang penumpang pesawat ini. Semua penumpang dikabarkan selamat tanpa mengalami luka. Ini karena pesawat diawaki dua pilot terlatih dan berpengalaman menerbangkan pesawat jenis amfibi. Mereka berhasil mendaratkan pesawat di pesisir dan menghentikan pesawat di area pantai berpasir landai.

Airfast: Landing di Pantai Batam Tak Darurat, Penumpang SelamatPesawat Airfast mendarat darurat di Pantai, Batam (Agus Siswanto/detikcom)


"Pesawat jenis amfibi ini memutuskan untuk mendarat di perairan karena tidak berhasil menurunkan roda pendarat sebelah kiri. Namun demikian seluruh penumpang yang berjumlah delapan orang selamat dan dalam kondisi baik tidak mengalami luka sama sekali. Begitu juga dengan pilot dan pesawatnya," kata Managing Director PT Airfast Indonesia Arif Wibowo dalam keterangan itu.

Peristiwa ini dilaporkan oleh AIRFAST dan dikoordinasikan dengan Direktorat Kelaik-Udaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi Republik Indonesia.

Arif mengatakan pesawat perlu perbaikan ringan pada sistim roda pendaratan untuk kemudian siap diterbangkan kembali dari wilayah pantai Ocarina menuju ke bandara Hang Nadim untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam.

Saat ini pesawat beregistrasi PK-OCK tersebut masih berada di bibir pantai Ocarina, Batam Center, menunggu air laut pasang agar bisa didorong ke laut untuk bisa tinggal landas dari laut.

Sebelumnya, Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso, menjelaskan pesawat tersebut memilih mendarat darurat di pantai terdekat Bandara. "Salah satu sistem hidrolik landing gear pesawat mengalami kerusakan, sehingga harus memilih mendarat darurat. Ada dua opsi rencana pendaratan, yaitu di pantai Ocarina Batam Center dan Pantai Marina Sekupang," ujar Suwarso.

Suwarso menambahkan pesawat carter ini membawa 10 penumpang, yang terdiri dari dua pilot warga negara Polandia dan Jerman, dua orang warga negara Singapura dan enam orang warga negara Indonesia.
(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed