Pilkada Dumai Diwarnai Politik Uang
Senin, 27 Jun 2005 16:40 WIB
Dumai - Pelaksanaan pemiliham langsung walikota Dumai- Riau diwarnai aksi politik uang. Dua orang anggota tim sukses kandidat mantan walikota Wan Syamsir Yus tertangkap basah tengah membagikan uang. Kasus ini pun dilaporkan ke Polres Dmai.Hal itu dikatakan Tim Sukses Kandidat nomor urut 3, Fadlah Nurbidin kepada detikcom, di Sekretariat KPUD Dumai, Senin (27/6/2005). Menurut Fadlah, pihaknya menangkap basah dua orang tim sukses Wan Syamsir Yus, yakni Anton dan Atong yang tengah membagikan uang pecahan Rp 50 ribu di Kelurahan Bagan Keladi Kecamatan Dumai Barat."Kedua orang itu kita tangkap basah sekitar pukul 03.00 dini hari ketika membagi-bagikan uang. Mereka membagikan uang itu kepada masyarakat agar memilih kandidat nomor satu," kata Fadlah.Selain itu, Fadlan juga melaporkan kepada KPUD setempat dan tim pemantau pilkada dari Irjen Depdagri tentang adanya tinta yang tidak memenuhi standar di sejumlah TPS. Tinta yang mereka temukan itu sangat mudah dihilangkan dengan bubuk deterjen."Padahal semestinya tinta itu baru akan hilang dalam waktu 3x24 jam. Kami curiga dengan mudahnya tinta itu dihapus, bisa jadi salah seorang pemilih bisa mencoblos dua kali," kata Fadlah.Ketua KPUD Dumai Arman Abdullah ketika diminta komentarnya mengatakan, sebaiknya temuan tinta yang tidak standar itu segara dilaporkan ke polisi.Dengan demikian, polisi akan menyelidiki dari mana dan siapa oknum yang terlibat memalsukan tinta tersebut. Kendati demikian, Arman tidak sepenuhnya percaya telah beradar tinta yang tidak standar dalam pelaksanaan pilkada."Saya rasa tinta yang kita pergunakan dalam pilkada ini sudah memenuhi standar yang ada. Buktinya selesai mencoblos tadi, tinta jari kelingking saya hingga saat ini sangat susah untuk dihapus. Tapi kalau mereka punya bukti, ya silakan laporkan ke polisi saja," kata Arman.Dumai LengangPilkada di Kota Dumai menyedot antusiasme masyarakat. Suasana kota yang berada di pinggir pantai selat Malaka ini pun lengang. Sejumlah ruko terlihat tutup.Masyarakat Dumai -- terpaut 200 km arah utara Pekanbaru --- sejak pukul 7.30 WIB hingga pukul 10.30 WIB beramai-ramai mendatangi TPS untuk mencoblos. Kota berpenduduk lebih sekitar 250 ribu orang ini tampak sepi dari biasanya.Sejumlah ruko baru terlihat melakukan aktivitas sebagaimana biasanya diatas pukul 11.00 WIB. Dalam pelaksanaan pilkada ini, dari data yang dihimpun di KPUD Dumai, jumlah pemilih tetap sebanyak 147.543 di lima kecamatan dengan total TPS 434.Masyarakat yang ikut dalam pesta demokrasi di Dumai yang diwarnai hujan gerimis dan kabut asap ini, akan memilih 3 kandidat. Mereka adalah mantan walikota Dumai, Wan Syamsir Yus- Muklis Effendi yang dimajukan dari partai PP, PBR dan PBSD dengan nomor urut 1.Pasangan Khairul Anwar- Muklis Ahat dari Partai Golkar, nomor urut 2. Sedangkan nomor urut 3, Zulkipli AS yang juga Kepala Dinas Kependudukan Dumai (non aktif) dengan Sunaryo dijagokan dari partai, PDIP, PDS, PKS, PAN, PBB, PSI dan Partai Merdeka.
(nrl/)











































