13 Pasangan Berebut Kursi Pimpinan 3 Daerah di Surakarta

13 Pasangan Berebut Kursi Pimpinan 3 Daerah di Surakarta

- detikNews
Senin, 27 Jun 2005 16:07 WIB
Solo - Tiga daerah di Surakarta masing-masing Kota Solo, Sukoharjo dan Boyolali pada hari Senin (27/6/2005) ini menggelar pilkada secara serentak. Tigabelas pasangan ikut dalam pilkada tersebut.Di Sukoharjo, mantan bupati dan wakil bupati Bambang Riyanto - M Toha kembali tampil dalam satu paket yang diajukan PDIP dan PKB. Calon lainnya Jowo Semito Atmojo - Joko Timbul (Partai Golkar), Sugeng Purwoko - Cipto Subandi (PAN, PD, PBB, PKPI) dan Bambang Margono - Prajoko (PKS dan PPP).Di Boyolali diikuti oleh lima pasang calon yaitu Sri Moeljanto - Seno Samodro (Partai Golkar), mantan wakil bupati Habib Masturi - P Sarijo (PKB, PPP, PKPB), Alhisyam - Sururi (PDI-P), mantan bupati Djaka Srijanta - Adha Nurmujtahid (PAN), Suhadi - Muhadjir (PKS dan PD).Sedangkan di Solo ada empat pasangan yang berlaga Joko Widodo - Hadi Rudyatmo (PDIP, PKB), mantan walikota Slamet Suryanto - Henky Narto Sabdo (koalisi 14 partai), Achmad Purnomo - Istar Yuliadi (PAN), dan Hardono - Dipokusumo (Partai Golkar, PD, PKS).Calon wakil bupati Sukoharjo M Toha mengaku kemungkinan pihaknya akan kalah di wilayah pemukiman perkotaan. Sedangkan di pedesaan popularitas pasangan yang selama lima tahun terakhir telah memimpin Sukoharjo ini masih bisa dihandalkan. Sejauh pengamatan, nama Bambang Margono dan Jowo Semito memang lebih populer di basis kota.DPP PDIP juga masih yakin calonnya akan menang dalam pilkada di Sukoharjo. Ketua DPP Tjahjo Kumolo mengatakan pasangan yang diusung partainya telah menjabat lima tahun tanpa meninggalkan catatan buruk. Hal itu menjadi modal tersendiri untuk kembali terpilih.Sedangkan di Boyolali, besar kemungkinan mantan ketua DPRD Boyolali Sri Moeljanto akan terpilih sebagai bupati. Meskipun PDIP menang dalam Pemilu legislatif di daerah ini namun dukungan terhadap calon dari PDIP Alhisyam tidak terlihat menyolok, bahkan mesin politik PDIP juga tidak efektif bergerak.Rupanya PDIP-pun sangsi calonnnya akan menang. Tjahjo mengatakan DPP hanya fifty-fifty untuk berharap dari Boyolali. Bahkan seorang sumber yang dekat DPP PDIP mengatakan tidak ada harapan calonnya menang. Sumber ini bahkan mengatakan lebih berharap calon dari Golkar."Pak Seno punya komitmen baik dengan kami," kata sumber itu. Seno yang dimaksudkan adalah Seno Samodro. Sejauh ini Seno bukan kader resmi PDIP namun sumber ini yakin Seno tetap memiliki komitmen kepada partainya.Di Solo, dua kader PDIP maju. PDIP secara resmi merekomendasi Joko Widodo sebagai calon walikota berpasangan dengan Ketua DPC PDIP Solo Hadi Rudyatmo. Mantan Walikota Slamet Suryanto yang tersingkir tetap maju menggandeng Ketua DPC PDS Henky Narto Sabdo menggunakan koalisi empatbelas partai kecil.Jika suara PDIP Solo yang mendapat lebih dari 40 persen suara pada Pemilu legislatif terpecah maka justru akan menguntungkan lawan-lawannya. Namun PDIP masih yakin menang. Tjahjo Kumolo yakin warga PDIP Solo akan mengamankan instruksi partai."Kader PDIP di Solo memiliki karakteristik khas, terutama tentang loyalitasnya," imbuh Ario Bimo, anggota DPR RI yang maju dari daerah pemilihan Solo dan sekitarnya. (nrl/)


Berita Terkait