Adu Logistik di Panggung Politik, Etiskah?

Elza Astari Retaduari - detikNews
Sabtu, 10 Mar 2018 00:25 WIB
Gatot Nurmantyo dan Prabowo Subianto
Jakarta - Kivlan Zen mengungkap kekayaan Jenderal Gatot Nurmantyo lebih banyak dibanding Prabowo Subianto, sehingga layak maju di Pilpres 2019. Etiskah persoalan logistik dijadikan perbandingan?

Direktur Eksekutif Lembaga Median Rico Marbun mengatakan logistik memang menjadi salah satu kekuatan dalam pertarungan pemilu. Meski begitu, modal keuangan bukan segala-galanya pada Pilpres 2019.

"Bayangkan saja misalnya untuk alat peraga, baliho spanduk, kaus, pertemuan, dan lain-lain untuk di seluruh Indonesia. Faktor logistik memang penting, tapi dia bukan segala-galanya," ungkap Rico dalam perbincangan, Jumat (10/3/2018).


"Belum tentu kandidat dengan daya dukung logistik paling tinggi itu yang menang. Dukungan logistik mirip dengan dukungan parpol, perlu tapi bukan segalanya. Karena hati pemilih tidak seluruhnya bisa dibeli," imbuhnya.

Rico menilai dukungan logistik yang besar justru akan merugikan kandidat. Sebab, citra kandidat capres tersebut akan menjadi jelek.

"Lontaran kandidat punya logistik besar di depan publik akan merugikan citra kandidat. Karena pertarungan pilpres seharusnya bukan tentang siapa yang paling banyak uangnya," ucap Rico.


"Tapi lebih pada siapa yang paling banyak ide dan gagasan barunya untuk menyelamatkan Indonesia," tambah dia.

Seperti diketahui, Kivlan Zen mengungkapkan dukungannya kepada Gatot, yang sebentar lagi pensiun dari TNI. Dia lalu menyatakan kekayaan Gatot lebih besar daripada Prabowo, yang digadang-gadang siap kembali maju di Pilpres 2019 bersama Partai Gerindra sebagai kendaraannya.

"Perkiraan saya, nggak usah disebutkanlah, Gatot uangnya banyak, melebihi uang Prabowo," ujar Kivlan setelah menghadiri acara silaturahmi tokoh nasional menuju Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

Menyusul tanggapan Kivlan, Partai Gerindra mengaku merasa tak tersaingi oleh kehadiran Gatot. Meski begitu, Gerindra lalu mengingatkan soal kendaraan partai yang harus dimiliki Gatot untuk bisa maju sebagai capres.


"Sekarang modal uang bisa beli partai berapa?" ujar Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria dalam kesempatan lain pun juga memastikan logistik partainya siap untuk kembali membawa Prabowo ke perhelatan pilpres. Dia menegaskan mantan Danjen Kopassus itu tidak memiliki masalah dengan modal logistik untuk nyapres.

"Nggak perlu ragu dengan persiapan logistik dari Partai Gerindra. Buktinya, Partai Gerindra bisa menjadi pemenang ketiga nasional, bahkan surveinya sudah menang nomor urut 2 nasional, bahkan di beberapa daerah kita sudah ranking satu nasional dalam survei-survei," kata Riza kepada detikcom, Kamis (8/3). (elz/van)