Wakadishub DKI Jelaskan soal Penataan Tanah Abang ke Polisi

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 09 Mar 2018 23:08 WIB
Ilustrasi suasana lalu lintas di Jl Jatibaru, Tanah Abang. (Rengga Sancaya/detikcom)
Ilustrasi suasana lalu lintas di Jl Jatibaru, Tanah Abang. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Wakadishub DKI Jakarta Sigit Wijatmoko memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai saksi terkait laporan soal penataan Tanah Abang. Dalam pemeriksaan tersebut, Sigit menjelaskan latar belakang penataan Tanah Abang hingga pelaksanaannya.

"(Pertanyaan) soal rekayasa lalu lintas di kawasan Tanah Abang dalam rangka penataan kawasan Tanah Abang. Iya, sudah disampaikan apa yang melatarbelakanginya," kata Sigit, Jumat (9/3/2018).

Sigit mengatakan pihaknya tidak serta-merta melakukan penutupan Jalan Jatibaru, Tanah Abang, tanpa sebuah kajian. Kebijakan tersebut juga dilaksanakan setelah melalui tahapan-tahapan.

"Ada tahapannya, mulai rapat, sosialisasi, hingga uji coba terlebih dahulu," imbuhnya.

Sigit menampik anggapan bahwa penutupan Jalan Jatibaru itu dilakukan tanpa mengundang aparat kepolisian. "Kita sudah sampaikan semua, siapa yang diundang, daftar hadir undangan serta notulensi rapat saat persiapan atau evaluasi rekayasa lalu lintas juga kita kasih tahu (kepada penyidik)," tuturnya.

Lebih jauh, ketika ditanya aturan yang mendasari Pemprov DKI Jakarta dalam pelaksanaan penutupan Jalan Jatibaru itu, Sigit enggan menjelaskannya. "Terkait dasar hukum, nanti domainnya Biro Hukum yang bicara," tuturnya.

Sebelumnya, Jack Lapian melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Polda Metro Jaya. Jack mengadukan Anies terkait kebijakannya dalam melakukan penataan Tanah Abang.

Menurut Jack, penataan Tanah Abang yang membuat ditutupnya Jalan Jatibaru itu tidak didasari aturan hukum yang jelas. (mei/jor)