Presiden SBY Juga Diingatkan Ganti Panglima TNI
Senin, 27 Jun 2005 15:48 WIB
Jakarta - Masih ramainya pemberitaan tentang penggantian Kapolri, rencana penggantian Panglima TNI pun kembali disinggung. Kali ini desakan penggantian Panglima TNI datang dari Gedung DPR."Seharusnya Panglima TNI juga diganti," desak Anggota DPR dari FPDIP Permadi di sela-sela Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Joko Santoso dengan Komisi I DPR RI di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (27/6/2005). Menurut paranormal yang kerap berbusana serba hitam ini, pada era Megawati Soekarnoputri, Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto pernah beberapa kali mengajukan permohonan pengunduran diri. "Jadi sudah waktunya," tandasnya lagi.Permadi merujuk pada peraturan yang menyebutkan, kursi Panglima TNI hanya bisa diduduki oleh kepala staf atau mantan kepala staf yang masih aktif. Menurut Permadi, Komisi I sudah pernah merekomendasikan mantan KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu untuk menjabat Panglima TNI. "Beliau (Ryamizard) waktu itu secara de jure sudah diangkat, Pak Ryamizard kan sudah mau pensiun, jadi menurut saya angkat saja dia," minta Permadi.KSADDalam RDP, salah seorang anggota Komisi I sempat menanyakan soal status Ryamizard Ryacudu. Tetapi, KSAD enggan berkomentar. "Mengenai Jenderal Ryamizard Ryacudu, menjadi hak prerogatif Presiden, nanti saya kualat menanggapi itu," kata KSAD. KSAD juga mengaku belum mengetahui rencana penggantian Panglima TNI. "Itu urusan Markas Besar TNI," imbuhnya.RDP ini, antara lain membahas masalah bisnis TNI, komando teritorial serta rencana penempatan pasukan di wilayah perbatasan. RDP berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dan selesai pada pukul 15.30 WIB.
(ism/)











































