Saksi: Teroris Aman Abdurrahman Ajak Pengikutnya Dukung ISIS

Zunita Amalia Putri - detikNews
Jumat, 09 Mar 2018 13:30 WIB
Pimpinan JAD jadi saksi sidang teroris bom Thamrin. (Zunita/detikcom)
Jakarta - Sidang lanjutan kasus bom Thamrin dengan terdakwa Aman Abdurrahman alias Oman menghadirkan pimpinan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Zainal Anshor sebagai saksi. Dalam kesaksiannya, Zainal menyampaikan Aman merupakan pemikir cerdas dan meminta pengikutnya mendukung ISIS.

Pantauan detikcom, Jumat (9/3/2018), saat Zainal masuk ke ruang sidang, Zainal langsung menyalami dan berpelukan dengan Aman. Keduanya tampak tersenyum senang karena telah bertemu. Setelah itu, Zainal pun langsung dipersilakan duduk oleh hakim dan disumpah.

Dalam kesaksian, Zainal mengaku mengetahui sosok Aman saat Aman menjadi pengisi tausiah di salah satu tempat pengajian, tapi dia belum mengenalnya. Dalam tausiahnya Aman mengajarkan soal tauhid uluhiyah dan sistem demokrasi sebagai syirik akbar.


Perkenalan mereka terjadi karena Zainal mengundang Aman kembali untuk mengisi kajian di Lamongan. Zainal mengaku tertarik pada tausiah yang diberikan Aman karena isinya berbeda dengan penceramah lain.

"Apa yang membuat Saudara tertarik undang dia ke Lamongan?" ujar jaksa kepada Zainal di sidang lanjutan Aman, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera, Jakarta Selatan, Jumat (9/3/2018).

"Karena materi yang disampaikan belum ada di majelis-majelis yang lain, selain itu dalil-dalilnya juga kuat," imbuh Zainal.



Selain itu, Zainal mengaku mempelajari beberapa ilmu keislaman dari buku yang dibuat oleh Aman. Dalam kesaksiannya, isi buku itu mengenai sistem demokrasi sebagai sirik akbar, yaitu tidak memperbolehkan anggotanya terlibat dalam kontestasi politik, seperti pemilu.

"Apa yang dimaksud dengan wajibnya berlepas diri sistem demokrasi?" tanya jaksa.

"Tidak terlibat artinya tidak mengikuti dan mendukung dalam kontestasi politik," jawab Zainal.

Saksi: Teroris Aman Abdurrahman Ajak Pengikutnya Dukung ISISPimpinan JAD jadi saksi sidang teroris bom Thamrin. (Zunita/detikcom)


Zainal menjelaskan, jika seseorang mendukung dan melakukan sistem demokrasi, itu disebut kafir dalam buku Aman yang dibaca Zainal.

Selain itu, Zainal menyebut pernah beberapa kali membesuk Aman. Saat Zainal membesuk, Aman sering menyampaikan tausiah kepada pengunjung yang membesuknya.

Saat ditanya jaksa apakah ada isi pernyataan Aman yang menyangkut hal tentang ISIS, Zainal menjawab di dalam pembicaraan saat menjenguk di lapas ada pembicaraan mengenai ISIS.

"Apa saja yang disampaikan terdakwa tentang ISIS?" tanya jaksa penuntut umum.

"Beliau mengatakan sebagaimana sudah tegak Daulah Islamiyah," jawab Zainal.

Dalam memberikan tausiah ISIS kepada pengunjungnya mengenai Daulah Islamiyah, Aman memerintahkan mendukung penegakan Daulah Islamiyah.

Aman didakwa menggerakkan orang lain dan merencanakan sejumlah teror di Indonesia, termasuk bom Thamrin 2016. Aman dinilai telah menyebarkan paham yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan objek-objek vital. (rvk/rvk)