DetikNews
Jumat 09 Maret 2018, 09:58 WIB

Hari Ke-65, Perburuan Harimau Pemakan Jumiati Masuki Tahap 'Kritis'

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Hari Ke-65, Perburuan Harimau Pemakan Jumiati Masuki Tahap Kritis Foto: Istimewa
Pekanbaru - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau tidak akan melakukan tembakan bius terhadap harimau Bonita dalam upaya evakuasi. Lalu, apa langkah untuk 'mengamankan' Bonita?

Pencarian Bonita sudah memasuki hari ke-65, waktu yang sebentar untuk bisa 'menyelamatkan' Bonita. Mulai soal tenaga yang cukup melelahkan hingga dana yang dikeluarkan juga lumayan banyak.

"Upaya-upaya untuk melakukan evakuasi ini sudah sampai ke tahap-tahap dalam tanda petik kritis. Kritis di sini karena sudah sekian lama memakan energi, waktu, biaya, dan seterusnya, juga sampai langkah-langkah penggunaan senjata bius," kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (9/3/2018).

Namun senjata bius tersebut bukan dengan cara Bonita dikejar lantas ditembak sebagaimana lazimnya melumpuhkan satwa liar.

"Jadi jangan salah paham dulu, bukan menggunakan senjata bius lantas ditembakkan pada harimau, bukan gitu," kata Suharyono.

Senjata bius yang dimaksud adalah dengan memberikan umpan yang sudah diberikan obat bius. Dengan harapan, umpan tersebut nantinya disantap Bonita.

"Sehingga diharapkan dengan memberikan umpan yang sudah disuntik bius, nantinya harimau tadi sudah lemas dengan memakan umpan itu," kata Suharyono.

"Kalau nanti setelah makan umpan, efeknya nanti cenderung lebih jinak. Setelah itu, baru dilakukan suntikan bius kembali," kata Suharyono.

Target utama tentunya bisa menangkap Bonita dengan keadaan hidup. Tahapan berikutnya, dilakukan observasi terhadap Bonita.

"Observasi dilakukan untuk mengetahui kenapa sampai berubah perilakunya," kata Suharyono.

Usia Bonita diperkirakan baru empat tahun alias masih remaja. Perilaku Bonita sudah dinilai menyimpang dari kebiasaan satwa liar sejenisnya.

Bonita tidak merasa canggung berinteraksi dengan manusia. Beberapa kali Bonita ditemukan tim duduk santai di tepi jalan poros perkebunan sawit. Malah Bonita dengan santai mendatangi truk yang akan melintas.

Bonita juga sempat menongkrongi tim selama dua jam. Jarak antara tim dan Bonita hanya 3 meter sembari memperhatikan gerak-gerik tim tersebut. Bonita juga mengelilingi beberapa kali selama dua jam itu.

Bonita baru beranjak menjauh setelah mendengar suara tembakan dari tim lain yang akan memberikan bantuan ke lokasi.
(cha/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed