DetikNews
Jumat 09 Maret 2018, 09:29 WIB

Tim Pemburu Harimau Pemakan Jumiati Juga Bertugas Tenangkan Warga

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Tim Pemburu Harimau Pemakan Jumiati Juga Bertugas Tenangkan Warga Foto: Istimewa
Pekanbaru - Sudah dua bulan tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan observasi di lapangan untuk menemukan harimau Bonita yang memakan Jumiati. Selain itu, BBKSDA akan memberikan ketenangan kepada masyarakat setempat.

"Kegiatan orientasi dan observasi terhadap aktivitas harimau yang ada di sana, yang pertama selain melakukan pengamatan terhadap perilaku harimau yang cenderung sudah berubah, juga memberikan kenyamanan, ketenangan bagi masyarakat setempat," kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (9/3/2018).

Dalam tim obervasi terhadap Bonita yang sudah dua bulan belum berhasil 'diamankan' ini, pihak BBKSDA Riau juga dibantu TNI/Polri setempat. Tim gabungan ini yang sudah 65 hari mencari Bonita untuk juga bertugas meredam emosi warga setempat.

"Kita hadir di sana utamanya lagi mencegah emosi massa yang berlihan akibat konflik yang terjadi di awal tahun 2018 ini (pasca Bonita menerkam Jumiati hingga tewas)," kata Suharyono.

Dengan kehadiran tim yang ada di sana, diharapkan bisa memberikan ketenangan bagi masyarakat.

"Agar jangan sampai mucul emosi massa, jangan muncul sikap dendam terhadap harimau Sumatera," kata Mulyono.

Tim BBKSDA Riau, saat ini sudah mengirim tim medis. Tim medis ini terdiri dari empat orang dokter hewan untuk bergabung dengan tim yang sudah ada sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, Bonita awal tahun ini menerkam Jumiati pekerja perkebunan sawit di PT Tabung Haji Indo Plantations. Sejak memangsa Jumiati hingga tewas, Bonita masih berkeliaran di sekitaran rumah penduduk dan perkebunan sawit.

Perilaku Bonita kini sudah melenceng dari satwa liar sebelumnya. Bonita tak merasa risih lagi berdekatan dengan manusia. Padahal, biasanya tipikal harimau liar cenderung menghindari manusia. Tapi tim juga tak ingin sembarangan dalam mengevakuasi Bonita.

Berbagai cara untuk 'menangkap' Bonita sudah dilakukan. Adanya box trap dengan umpan kambing jantan ternyata dicueki Bonita. Satwa buas itu tak tertarik memangsa umpan yang ada dalam jebakan itu. Kini, Bonita masih berkeliaran bebas.
(cha/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed