DetikNews
Jumat 09 Maret 2018, 09:13 WIB

Geger Arisan Online dengan Ribuan Korban dari Penjuru Indonesia

Ferdi - detikNews
Geger Arisan Online dengan Ribuan Korban dari Penjuru Indonesia
Jambi - Arisan online dengan memanfatkan Facebook membuat ribuan orang tertarik ikut dari berbagai penjuru Indonesia. Tapi siapa nyana, belakangan arisan itu macet dan uang peserta yang nilainya miliaran rupiah raib.

Tiga daerah yang telah terdeteksi hal itu adalah di Blitar, Jambi dan Kota Pematang Siantar. Di Jambi, warga ramai-ramai melaporkan pasutri Marina-Adi ke Mapolresta Jambi.

Adi dan Marina dilaporkan ke polisi oleh puluhan korbannya setelah pasutri tersebut tidak dapat mengganti uang kerugian para korban yang mencapai Rp 500 juta.

"Ya kami melapor pasutri itu karena dia tidak dapat menggantikan uang-uang kami yang mencapai ratusan juta itu," ujar korban Angga kepada detikcom di Mapolresta Jambi, Kamis (9/3/2018) malam.

Angga dn para korban terlebih dahulu mendatangi rumah pasutri tersebut dikawasan Perumahan Arta Uli II Kelurahan Pall Merah, Kecamatan Pall Merah Lama. Tujuan para korban mendatangi rumah pasutri itu untuk menanyakan uang-uang mereka yang mencapai Rp 500 juta. Namun, pasutri itu tidak mau mengantikan uang para korbannya yang diakuinya jika uang tersebut juga tidak ada dengan dirinya.

"Alasan si Marina itu jika uang para korban juga tidak ada dengan dia, dan dia juga mengaku kalau uang kami-kami ini juga disetorkannya dengan owner satu lagi," jelas Angga.
Geger Arisan Online dengan Ribuan Korban dari Penjuru Indonesia

"Tetapi kami tidak percaya begitu saja, karena kata tetangga sekitar rumahnya jika pasutri itu ada memiliki mobil, kami menduga mobil itu dibeli memakai uang-uang kami," sambungnya.


Angga juga menyebutkan, selama proses mediasi di rumah pasutri itu, para korban tidak juga mendapatkan kepastian pembayaran oleh pasutri itu sehingga korban terpaksa melaporkan kasus tersebut kepihak kepolisian.

"Kami para korban awalnya belum mau melaporkan kasus ini ke polisi, karena kami ingin si pasutri itu ada etikat baik untuk mengganti rugi, tetapi karena pasutri itu tidak dapat mengganti uang kami korban-korbanya maka kami sepakat laporkan kasus ini ke polisi agar polisi dapat memprosesnya," tukasnya.
Geger Arisan Online dengan Ribuan Korban dari Penjuru Indonesia

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Yudha Lesmana saat dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya mengatakan akan memproses kasus dugaan penipuan arisan online tersebut.

"Ya kasus itu masih dalam proses, dan penyelidikan kita, tadi para korban-korban juga sudah melapor," tukasnya.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed