DetikNews
Jumat 09 Maret 2018, 07:28 WIB

Bob Freeberg, Tentara AS Pembuka Blokade Belanda

Erwin Dariyanto - detikNews
Bob Freeberg, Tentara AS Pembuka Blokade Belanda Pesawat Bob Freeberg take-off dari Landasan Anyaman Bambu di Cikalong (Repro: Suryadi Suryadarma Bapak Angkatan Udara)
FOKUS BERITA: Kisah Pesawat Pertama RI
Jakarta -

Robert Earl Freeberg alias Bob Freeberg adalah seorang veteran Angkatan Laut Amerika. Pada 1946 setelah pensiun dia bekerja di Commercial Air Lines Incorporated (CALI), perusahaan asal Filipina.

Dia juga dikenal sebagai pilot tempur yang bertugas di kawasan Pasifik melawan Jepang. Meski prajurit Amerika, namun nama Bob Freeberg begitu membekas di benak Presiden Sukarno. Dalam biografi yang ditulis Cindy Adams, Bung Karno menyinggung ikhwal Bob Freeberg.

"Seorang pemuda pada suatu hari muncul entah dari mana dan memperkenalkan dirinya. Namaku Bob Freeberg. Aku orang Amerika. Aku seorang penerbang dan menaruh simpati pada perjuangan Anda. Bantuan apa yang dapat kuberikan?" kata Bung Karno.

Dalam sebuah dokumen yang dipublikasikan Arsip Nasional Republik Indonesia di www.anri.go.id, disebut bahwa sejak Juni 1947 Bob Freeberg bekerja untuk kepentingan Indonesia dan bertugas sebagai pilot bayaran.

Bob menjalankan misi-misi sipil dan militer hingga awal Oktober 1948. Dia membawa utusan pengakuan kedaulatan dari Mesir, menjual kina dan vanili, menerjunkan pasukan penerjun pertama, mengirimkan persenjataan dan logistik, bahkan menyelundupkan candu.

Di saat sejumlah wilayah Indonesia diblokade Belanda, dia mendapat tugas menerbangkan prajurit Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) menembus kepungan tersebut.

Melalui Bob Freeberg, AURI bisa menyewa pesawat angkut jarak jauh untuk menembus beberapa wilayah Indonesia. Pesawat yang kemudian diberi nomor registrasi RI-002 ini pula lah yang mengantar Bung Karno ke beberapa kota di Sumatera, seperti Tanjung Karang, Jambi, Pekanbaru, Bukittinggi, dan Kotaraja (Banda Aceh).

Kala itu Bung Karno keliling Sumatera sekaligus menggalang dana dari warga untuk membeli pesawat udara. Ada beberapa alasan penggalangan dana untuk pembelian pesawat dilakukan di Sumatera. Pertama, pulau Sumatera memiliki kekayaan alam yang melimpah. Kedua, pertimbangan bahwa saat itu blokade Belanda atas wilayah Indonesia cukup ketat. Ketiga, Pulau Sumatera letak geografisnya sangat strategis untuk melakukan perdagangan dengan negara tetangga.

"Belanda sulit memblokade wilayah Sumatera," kata Adityawarman dalam buku, Bapak Angkatan Udara, Suryadi Suryadarma yang dikutip detikcom, Jumat (9/3/2018).

Di Aceh, pidato Bung Karno membangkitkan semangat rakyat untuk membangun kekuatan Angkatan Udara mendapat sambutan hangat. Tak hanya Bung Karno, Gubernur Aceh dan Gubernur Militer waktu itu Abu Daud Beureueh juga turut membakar semangat warga di Tanah Rencong.


Rakyat Aceh kemudian membentuk sebuah kelompok panitia dengan nama Panitia Dana Dakota yang diketuai Juned Yusuf dan Said Muhammad Alhabsyi. Dalam waktu dua hari berhasil terkumpul dana sebanyak 130.000 Straits Dollar.

Pada Oktober 1948, sebuah pesawat C-47 Dakota dengan nomor registrasi VR-HEC diterbangkan ke lapangan terbang Maguwo di Yogyakarta. AURI untuk pertamakalinya memiliki pesawat sendiri dari hasil patungan warga Sumatera. Pesawat kemudian diberi nomor registrasi RI-001.

Sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih terhadap rakyat Aceh, pesawat dengan nomor registrasi RI-001 itu diberi nama, Seulawah yang berarti Gunung Emas.

Sayang ketika pesawat RI-001 tiba di Indonesia, Bob Freeberg justru hilang. Ketika itu pada 30 September 1948 dia menerbangkan pesawat RI-002 dari Yogyakarta menuju Bukittinggi. Sehari kemudian AURI kehilangan kontak dengan dia.

Diduga pesawat RI-002 yang dibawa Bob Freeberg mengalami kecelakaan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk melacak keberadaan Bob Freeberg, namun hingga kini tak ditemukan. "Dia mengalami kecelakaan saat aku mengirimnya ke Palembang untuk membawa uang untuk membantu gerilya di Sumatera. Tak pernah aku melupakan kawanku orang Amerika Bob Freeberg," kata Bung Karno kepada Cindy Adam.

Rongsokan pesawat RI-002 baru ditemukan April 1978. Batangan emas hilang. Kerangka awak dan penumpang ditemukan, kecuali Bob. "Bob dikenal baik, sabar, lembut, dan tenang meskipun dalam keadaan tegang. Dia dijuluki "Bob the best one" dan "Fearless Freeberg"," tulis Hendri F. Isnaeni dalam buku Bobby Earl Freeberg dan RI-002




(erd/jat)
FOKUS BERITA: Kisah Pesawat Pertama RI
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed