Kongres AS Tentukan Nasib Embargo Senjata ke RI Oktober

Kongres AS Tentukan Nasib Embargo Senjata ke RI Oktober

- detikNews
Senin, 27 Jun 2005 14:12 WIB
Jakarta - Bulan Oktober diharapkan akan jadi bulan baik bagi TNI. Di bulan kelahiran TNI ini ada harapan Kongres Amerika Serikat (AS) akan mencabut embargo suku cadang dan persenjataan terhadap Indonesia.Menurut Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, pada Oktober mendatang Panitia Pengesahan Kongres AS akan melakukan pemungutan suara terhadap nasib embargo peralatan militer ke Indonesia. Diharapkan kongres akan menyetujui pencabutan embargo tersebut."Sehingga kita bisa bertahap untuk menambah pesawat F-16 dari empat yang ada sekarang menjadi enam sampai delapan," kata Juwono kepada wartawan usai menerima delegasi dari National University of Singapore di Dephan, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (27/6/2005).Prospek pencabutan embargo oleh Kongres AS, menurut Juwono, cukup baik. Ini berdasarkan laporan dari Kedutaan Besar BRI di Washington dan Atase Pertahanan RI. "Cukup baik prospeknya. Suara-suara banyak yang akan mendukung," katanya.Apakah pencabutan itu untuk suku cadang F-16 untuk kategori senjata yang mematikan (lethal weapon) atau nonlethal weapon? "Termasuk lethal weapon karena itu bagian dari pesawat tempur," jawab Juwono.Sementara ditanya soal kelanjutan pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia, Juwono menyatakan itu masih dalam penjajakan. Pemerintah harus menghitung-hitung apakah membeli persenjataan Sukhoi atau membeli Sukhoi baru masih dalam batas kemampuan anggaran. "Karena kalau kita switch atau pindah ke sistem Sukhoi maka ongkosnya cukup besar. Kita sedang perhitungkan apakah F-16 bisa diperpanjang dengan suku cadang yang disetujui Kongres Amerika pada bulan Oktober. Kalau itu bisa dilaksanakan itu lebih efisien dari segi operasional dan perawatan," demikian Menhan Juwono Sudarsono. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini