Ini Alasan PKB Usulkan Ada Poros Islam di Pilpres 2019

Ini Alasan PKB Usulkan Ada Poros Islam di Pilpres 2019

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Kamis, 08 Mar 2018 21:38 WIB
Ini Alasan PKB Usulkan Ada Poros Islam di Pilpres 2019
Lukman Edy berbicara soal Poros Islam. (Muhammad Ridho/detikcom)
Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa mewacanakan adanya poros Islam. Alasannya, PKB menilai jumlah pemilih Islam meningkat menjelang Pilpres 2019.

"Jadi memang ini respons terhadap populisme Islam yang meningkat. Kita ingin berinisiasi, melakukan komunikasi dengan partai-partai berbasis Islam," kata Ketua DPP PKB Lukman Edy kepada detikcom, Kamis (8/3/2018).

Ia mengatakan ada alasan lain dari wacana pembentukan poros Islam. Alasan tersebut, kata Lukman, supaya ada satu wadah untuk menampung aspirasi umat Islam yang perlu dibawa pada agenda nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ini partai-partai berbasis Islam ini tidak bicara satu meja, menyusun sebuah agenda nasional lima tahun ke depan, aspirasi umat Islamnya tidak tertampung," ujarnya.


"Oleh karena itu, kami ingin menggagas pertemuan agar partai-partai berbasis Islam ini lebih solid," sambung cagub Riau itu.

Namun, Lukman menegaskan, poros Islam tersebut tidak dipersiapkan semata hanya untuk Pilpres 2019.

"Tapi tujuannya bukan untuk pilpres. Karena terlalu dini kalau bicara soal pilpres. Apakah nanti agenda-agenda yang disusun terpakai untuk pilpres dalam suatu poros atau banyak poros itu, kita positif saja memikirkannya," papar Lukman.


Lukman sempat menuturkan soal poros baru berbasis Islam. Jika poros tersebut terbentuk, Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) akan diajak turut menjadi bagian dari poros baru tersebut. Dia juga menyebut partai-partai yang bisa bergabung dalam poros Islam itu.

"Kalau ada terbentuk poros baru, pasti ngajak Cak Imin juga. Poros baru itu adalah partai-partai berbasis Islam, misalnya ya PBB di situ, misalnya PAN di situ, PKS di situ, itulah minimal di situ seperti itu. Nggak cukup, mesti bawa Cak Imin juga dengan basis yang sama," ungkap Lukman, Rabu (7/3). (yas/elz)


Berita Terkait