Pergantian Panglima TNI Juga Sudah Direncanakan
Senin, 27 Jun 2005 13:26 WIB
Jakarta - Permintaan pergantian Kapolri sudah diajukan Presiden SBY kepada DPR. Pergantian Panglima TNI juga sudah direncanakan, tapi belum diajukan."Ya betul, memang sudah direncanakan. Sejak awal masa pemerintahan SBY, memang ada rencana penggantian panglima," kata Ketua DPR Agung Laksono di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (27/6/2005).Agung menanggapi pertanyaan wartawan tentang apakah ada juga rencana penggantian panglima, terkait permintaan SBY untuk mengganti Kapolri. Namun Agung mengaku tidak tahu kapan SBY akan mengajukan permintaan pergantian panglima.Apakah akhir bulan ini? "Tidak. Tidak ada informasi tentang itu. Akhir bulan ini kita menjelang reses pada 8 Juli hingga 16 Agustus 2005," tukas Agung.SBY mengajukan surat bernomor R31/Presiden/06/2005 tertanggal 26 Juni 2005 kepada DPR. Isinya, memberhentikan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar dan segera mengajukan calon, yaitu mengangkat Komjen Pol Sutanto sebagai pengganti Kapolri.Pertanyaan menggelitik pun langsung tertuju pada masalah pergantian panglima yang hingga kini masih terkatung-katung dan bernuansa penuh kontroversi.SBY pernah mengeluarkan surat untuk mencabut surat presiden sebelumnya mengenai pergantian Panglima TNI dan menetapkan panglima yang baru.Surat Presiden itu bernomor R41/Pres/10/2004 yang ditandatangani SBY pada 25 Oktober 2004, dan menarik Surat Presiden Nomor R32/Pres/10/2004 yang ditandatangani Megawati Soekarnoputri pada 8 Oktober 2004.Dalam surat itu disebutkan, SBY belum berencana mengganti Panglima TNI dengan alasan kesinambungan. SBY menegaskan surat itu tidak terkait pada pribadi Jenderal TNI Endriartono Sutarto sebagai panglima yang mengundurkan diri maupun Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu (saat itu KSAD) sebagai calon yang ditetapkan Megawati. SBY beralasan hal ini dilakukan untuk konsolidasi jajaran pemerintah menyeluruh.
(sss/)











































