DetikNews
Kamis 08 Maret 2018, 14:53 WIB

Warga Gorontalo Temukan Bangkai Pesawat yang Jatuh 27 Tahun Lalu

Ajis Halid - detikNews
Warga Gorontalo Temukan Bangkai Pesawat yang Jatuh 27 Tahun Lalu Foto: ist.
Gorontalo - Dua hari terakhir, warga Gorontalo dihebohkan posting-an media sosial soal penemuan bangkai pesawat Merpati Nusantara Airlines. Foto sejumlah warga dengan latar belakang bangkai pesawat itu di-posting oleh akun Facebook milik Yanti Polingala.

"Iya itu foto yang dikirim om saya bernama Amir Djakaria. Dia menemukan bangkai pesawat antara gunung yang ada di Atinggola dan Mogoilo," ucap warga Desa Mogoilo, Kecamatan Bolango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Yanti Polingala, pada Kamis (8/3/2018).

Dia menyatakan niat mem-posting foto-foto itu karena ada permintaan dari Amir untuk mengirim foto tersebut kepada istrinya yang ada di Kabila, Kabupaten Bone Bolango.

"Om saya menyuruh kirim foto ke istrinya. Karena susah sinyal, terpaksa saya taruh di Facebook. Biar dapat dilihat," jelas Yanti.

Yanti mengungkapkan hal itu dari penjelasan Amir. Warga yang ada di foto tersebut masuk ke hutan untuk mencari burung walet dan kayu. Lama perjalanan dari Mongoilo ke bangkai pesawat bisa tiga hari.

"Kata om saya, pesawat itu berada di puncak antara wilayah Bolmong, Atinggola, dan Mongoilo. Badan pesawat tertancap di tanah dan banyak rumput dan ada yang menggantung di pohon besar. Bahkan mereka takut naik ke atas," ucap Yanti sambil menirukan ucapan Amir.

Dia juga tidak mengetahui kapan bangkai pesawat itu ditemukan Amir bersama teman-temannya.

"Om saya tidak menceritakan kapan itu mereka temukan bangkai pesawat," tambah Yanti.

Diakui Yanti, sebagian besar warga Desa Mongoilo tahu bahwa di hutan yang ada di desa mereka pernah ada pesawat jatuh. "Saya tidak tahu kapan pesawat itu jatuh," tutup Yanti.

Dari data, pesawat yang ditemukan warga itu merupakan pesawat jenis Casa 212 tipe 200 dengan register PK-NYC. Pesawat dengan nomor penerbangan MZ 7970 ini lepas landas dari Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado, menuju Bandara Djalaludin di Gorontalo, Rabu, 30 Januari 1991, atau 27 tahun silam.

Ada 18 penumpang dan tiga kru pesawat. Hanya satu orang yang meninggal karena kedinginan dan sesak napas lantaran berusia uzur. Sisanya selamat dan bisa dievakuasi tim SAR enam hari setelah pesawat itu mengalami kecelakaan.

Sebelumnya, pada 2014, bangkai pesawat Merpati ini pernah ditemukan sejumlah warga Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, yang mencari rotan.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed