DetikNews
Kamis 08 Maret 2018, 13:48 WIB

Dokter Bimanesh Didakwa Rintangi Penyidikan Setya Novanto

Haris Fadhil - detikNews
Dokter Bimanesh Didakwa Rintangi Penyidikan Setya Novanto dr Bimanesh Sutarjo menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - Dokter Bimanesh Sutarjo didakwa merintangi penyidikan KPK atas Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Bimanesh diduga bekerja sama dengan Fredrich Yunadi merekayasa sakitnya Novanto.

"Bahwa terdakwa bersama Fredrich Yunadi (dilakukan penuntutan secara terpisah) pada hari Kamis 16 November 2017 bertempat di Rumah Sakit Permata Hijau telah melakukan, menyuruh melakukan, atau turut melakukan perbuatan dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, terhadap tersangka, atau terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi yakni melakukan rekayasa agar Setya Novanto dirawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau dalam rangka menghindari pemeriksaan oleh penyidik KPK," kata jaksa Kresno membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (8/3/2018).


Jaksa menyatakan awalnya dr Bimanesh dihubungi Fredrich dengan maksud meminta bantuan agar Novanto dapat dirawat di RS Medika Permata Hijau. Fredrich juga meminta dr Bimanesh membuat diagnosa Novanto menderita berbagai penyakit, termasuk hipertensi.

[Gambas:Video 20detik]


"Dalam rangka menegaskan permintaan itu, terdakwa sekitar pukul 14.00 WIB datang menemui dr Bimanesh Sutarjo di kediamannya memastikan agar Setya Novanto dapat dirawat di RS Medika Permata Hijau," ujar Kresno.

Saat itu disebut jaksa Fredrich memberikan foto rekam medik Novanto di RS Premier Jatinegara, padahal tidak ada surat rujukan dari rumah sakit itu. Atas hal itu, dr Bimanesh menyanggupinya.


Namun, pihak RS Medika Permata Hijau tidak memfasilitasi dr Bimanesh melakukan perbuatan tersebut. Akan tetapi, dr Bimanesh tetap melakukan rekayasa dengan membuat diagnosa yang belakangan diganti menjadi diagnosa kecelakaan mobil.

"Pada sekitar pukul 21.00 WIB penyidik KPK datang ke RS Medika Permata Hijau mengecek kondisi Setya Novanto yang ternyata tidak mengalami luka serius namun terdakwa menyampaikan ke penyidik KPK bahwa Setya Novanto sedang dalam perawatan intensif dari dr Bimanesh Sutarjo," ujar jaksa.


Esoknya pada 17 November 2017, penyidik KPK berkoordinasi dengan tim dokter RS Medika Permata Hijau dengan maksud melakukan penahanan pada Novanto. Kemudian Novanto dirujuk ke RSCM dan diperiksa oleh tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Novanto dinyatakan bisa melanjutkan pemeriksaan.

Atas perbuatannya, Bimanesh didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed