Penjelasan Polda Bengkulu soal Nenek yang Diduga Diusir Anak Tiri

Penjelasan Polda Bengkulu soal Nenek yang Diduga Diusir Anak Tiri

Rivki - detikNews
Rabu, 07 Mar 2018 23:37 WIB
Penjelasan Polda Bengkulu soal Nenek yang Diduga Diusir Anak Tiri
Aipda Dwiyanto memberi makan Nenek Khasanah (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Nenek Khasanah ditemukan lemas tak berdaya di pinggir jalan Kota Bengkulu. Nenek yang diduga diusir anak tirinya itu langsung dibantu polisi untuk dipulangkan ke rumahnya.

Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno menjelaskan masalah ini bermula ketika suami Khasanah meninggal sekitar sepekan lalu. Setelah suami Khasanah meninggal, anak tirinya diduga mengusir Khasanah dengan mengantar ke pul bus dan membelikan tiket ke Mojokerto-Surabaya. Nenek Khasanah juga diberi uang oleh anak tirinya sebesar Rp 700 ribu.

Nenek Khasanah diantar anak tirinya yang bernama Mahmud dan menantunya, Wartini, ke sebuah pul bus di daerah Citarum, Teluk Segara, pukul 10.00 WIB, Rabu (7/3/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Penjelasan Polda Bengkulu Soal Nenek yang Diduga Diusir Anak TiriFoto: Dok Instagram Humas Polda Bengkulu


"Berawal Nenek Khasanah datang ke pul bus PO SAN bersama anak tirinya yang bernama Mahmud dan istrinya, Wartini, yang beralamat di Citarum. Kemudian membeli sebuah tiket PO SAN dengan jurusan Mojokerto-Surabaya. Selanjutnya Mahmud dan Wartini pergi meninggalkan PO SAN dan meninggalkan Khasanah sendirian," ujar Sudarno saat dihubungi detikcom.

Melihat nenek itu dalam kondisi lemas, petugas satpam di pul bus mengantarnya ke Polsek Teluk Segara. Menurut Sudarno, satpam itu tak yakin Nenek Khasanah bisa melakukan perjalanan ke Mojokerto-Surabaya karena kondisinya lemas.

"Kemudian satpam mengantar Nenek Khasanah ke Polsek Teluk Segara karena melihat Nenek Khasanah sudah tua dan sendirian. Sedangkan kota yang dituju sangat jauh. Kemudian, setelah sampai di Polsek, ditanyai, namun setelah ditanya Nenek mengaku belum makan," jelasnya.

Polisi mengajak Nenek Khasanah makan di kantin dan memeriksa barang bawaannya. Setelah diperiksa, ditemukan sebuah tiket tujuan Mojekerto-Surabaya, uang Rp 700 ribu, dan 3 tas pakaian.

"Selanjutnya Nenek Khasanah kami antarkan ke Polsek Gading Cempaka tempat Nenek Khasanah dan anak tirinya berdomisili untuk diselesaikan dan dipertemukan dengan Mahmud dan Wartini," ucap Sudarno.

Sudarno belum mengetahui hasil dari pertemuan tersebut. Dia berharap masalah nenek tersebut dapat diselesaikan supaya Khasanah tidak berada di luar rumah sendirian.

"Saat ini masih dicarikan jalan keluarnya," ujar Sudarno. (rvk/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads