FPDIP Sinyalir Proyek Cikeas Udik Tak Gunakan Dana Negara
Senin, 27 Jun 2005 11:44 WIB
Jakarta - Pembangunan Pusat Pelatihan Multifungsi Polri di Cikeas Udik kemungkinan dibiayai swasta atau menggunakan dana milik Polri sendiri. Alasannya, hingga saat ini, pemerintah dan DPR tidak pernah mengagendakan pembahasan pembangunan pusat pelatihan tersebut."Pembangunan itu kemungkinan kalau tidak dibiayai pengusaha ya pakai dana milik Polri. Tetapi seharusnya Polri tetap memberitahukan ke DPR, ini untuk menjaga transparansi jalannya pemerintahan," kata Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) Tjahjo Kumolo saat dihubungi detikcom, Senin (27/6/2005).Sebagai tindak lanjutnya, DPR akan memanggil Kapolri untuk meminta penjelasan masalah ini. "Kami sudah meminta Komisi III dan Panitia Anggaran DPR untuk memanggil Kapolri. Dan kami minta Kapolri harus menjelaskan secara transparan pembangunan pusat pelatihan tersebut," kata Tjahjo.Tjahjo yakin, pembangunan pusat pelatihan tersebut tidak menggunakan anggaran negara, karena dalam APBN maupun APBNP tidak ada anggaran dana yang dialokasikan untuk pembangunan pusat pelatihan tersebut. Seperti diketahui, Polri membangun Pusat Latihan Multifungsi Polri di Cikeas Udik, Bogor. Di lokasi seluas 50 hektar ini dibangun lapangan upacara dan taman makam untuk personel Polri dan keluarganya. Pusat Latihan Multifungsi Polri ini berlokasi di Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Jaraknya, sekitar 3 km dari kediaman SBY di Puri Cikeas Indah.Tanah seluas 50 hektar ini sebelum dibangun Pusat Latihan Multifungsi Polri adalah tanah Polri yang digunakan Unit Satwa. Dulunya, pelatihan anjing pelacak dan kuda untuk Polisi Berkuda digelar di tempat tersebut. Selain itu, telah disiapkan tanah 3 hektar untuk Taman Makam Mulia dan 4 hektar untuk Taman Makam Kehormatan. Dua taman makam ini juga terletak di kompleks tersebut. Taman Makam Mulia akan digunakan untuk pahlawan polisi yang tidak mungkin dimakamkan di Kalibata dan juga para personel Polri yang gugur dalam tugas. Sedangkan Taman Makam Kehormatan akan digunakan sebagai makam personel polisi dan keluarganya. Pemantauan detikcom di lokasi, memang pembangunan tampak dilakukan untuk memoles tribun lapangan upacara. Gedung-gedung semacam mes tampak sudah selesai. Juga telah dibangun lapangan parkir dan sebuah gedung di dekat tribun lapangan. Di lapangan yang dibeton itu juga ada helipad.
(jon/)











































