detikNews
2018/03/07 16:30:18 WIB

Sejarah Yogya Istimewa: Nggaji Menteri RI hingga Sumbang Jutaan Gulden

Andi Saputra - detikNews
Halaman 4 dari 4
Sejarah Yogya Istimewa: Nggaji Menteri RI hingga Sumbang Jutaan Gulden

4. Sumbang Jutaan Gulden

Sultan juga menyumbang jutaan gulden ke Pemerintah Indonesia untuk biaya perjuangan. Ia tidak meminta uang itu dikembalikan.

"Ah, nggak mungkin ingat, ngambilnya saja begini (sambil menirukan gerakan orang yang mengambil dengan dua telapak tangan, seperti menyendok pasir dengan tangan)," kata Sri Sultan.
Sejarah Yogya Istimewa: Nggaji Menteri RI hingga Sumbang Jutaan Gulden

Atas dasar sejarah panjang itu, akhirnya Republik Indonesia memberikan status istimewa ke Yogyakarta. Salah satunya dengan lahirnya UU UU Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (UU KDIY), termasuk soal pertanahan. Apakah nonpribumi boleh atau tidak dalam memiliki tanah di Yogyakarta.

Pasal 7 selengkapnya berbunyi:

Lingkup kewenangan yang termasuk ke dalam urusan keistimewaan sebagaimana dimaksud pada angka 3 di atas, yaitu meliputi:

a. tata cara pengisian jabatan, kedudukan, tugas, dan wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur;
b. kelembagaan pemerintahan daerah DIY;
c. kebudayaan;
d. pertanahan; dan
e. tata ruang.

Belakangan, keistimewaan ini digugat. Seorang pengacara, Handoko menggugat hak Kesultanan untuk menolak nonpribumi tidak mendapatkan hak milik tanah di Yogyakarta. Untungnya, PN Yogyakarta menolak gugatan itu.
(asp/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com