Novel Karangan Saddam Dilarang Terbit di Yordania

Novel Karangan Saddam Dilarang Terbit di Yordania

- detikNews
Senin, 27 Jun 2005 10:46 WIB
Jakarta - Belum lagi beredar, novel karangan Saddam Hussein sudah mendapat kecaman dari pemerintah Yordania. Pemerintah negara Arab tersebut bahkan melarang penerbitan novel itu di negaranya. Alasannya, cerita mengenai seorang pria Arab yang mengalahkan orang luar itu bisa mengganggu hubungan Irak dan Yordania. Demikian seperti diberitakan Aljazeera, Senin (27/6/2005).Novel itu ditulis Saddam sebelum invasi AS ke Irak pada Maret 2003 lalu. Buah karya mantan diktator Irak itu menceritakan seorang pria yang mencoba menggulingkan kekuasaan seorang ulama kota. Namun pria itu kemudian berhasil diusir dari kota tersebut oleh anak gadis sang ulama dengan bantuan seorang pejuang Arab.Buku ini rencananya akan dirilis di Yordania dan negara-negara Arab lainnya pada pekan ini. Penerbitnya adalah sebuah perusahaan Yordania atas izin keluarga Saddam. Namun pemerintah Yordania melarang penerbitan novel tersebut."Penerbitan novel ini akan membahayakan hubungan Irak-Yordania dan kami ingin memelihara hubungan baik dengan Irak. Yordania tidak akan menyetujui penerbitan novel ini. Jika mereka ingin menerbitkannya, mereka harus melakukannya di luar negeri," tegas Ahmad al-Qudah, Kepala Departemen Pers dan Penerbitan Yordania.Keputusan ini bisa dibilang mengejutkan. Pasalnya, badan sensor Yordania tersebut sebelumnya sudah menyetujui rencana penerbitan novel berbahasa Arab yang bertitel "Ekhroj minha ya mal'un", yang artinya "Pergi, Hai Orang Terkutuk". Sekitar 10 ribu kopi novel sudah selesai dicetak untuk diedarkan di Yordania dan negara-negara Arab lainnya, termasuk Irak. Namun setelah surat kabar lokal memberitakan soal rencana peluncuran buku itu, pihak penyensor berubah pikiran. "Mereka memberikan izin pada kami sejak awal, namun dengan semua publisitas ini, pihak penyensor menghubungi dan meminta kami untuk menghentikannya," demikian pernyataan penerbit.Namun ditegaskan bahwa novel tersebut tetap akan diedarkan di dunia Arab. "Saya akan mengubah sampulnya dan menerbitkannya di luar negeri. Buku ini tetap akan diterbitkan di dunia Arab, saya pastikan itu," tandas penerbit. (ita/)


Berita Terkait