DetikNews
Rabu 07 Maret 2018, 12:07 WIB

Sungai Sempit dan Dangkal Jadi Penyebab Banjir Bandang Dompu NTB

Faruk Nickyrawi - detikNews
Sungai Sempit dan Dangkal Jadi Penyebab Banjir Bandang Dompu NTB Bupati Dompu (tengah) di dampingi oleh Kepala BPBD NTB (kiri) dan Kepala BWS NTB (kanan) Foto: Faruk Nickyrawi /detikcom
Dompu - Banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Banjir akibat meluapnya Sungai Rabalaju merendam ribuan rumah warga pada Minggu (4/3) dan sudah surut pada hari ini.

Bupati Dompu Bambang M Yasin menjelaskan, banjir disebabkan oleh penyempitan dan pendangkalan Sungai Rabalaju. Volume air yang meningkat akibat hujan deras dari hulu tidak mampu ditampung sehingga air meluap ke permukiman warga.

"Ini bukan (seperti-red) banjir bandang yang terjadi di beberapa tempat di Indonesia yang airnya turun dari gunung menghantam apa aja yang ada. Jadi ini air yang melipah dari dalam sungai. Kenapa? Karena volume air besar dan sungai kita semakin sempit dan dangkal. Seperti kita tahu, Sungai Rabalaju ini adalah sungai tampungan dari beberapa sungai yang hulunya di wilayah Kabupaten Bima," kata Bambang dalam jumpa pers di Pendopo Dompu, Selasa (06/03/2018).


Sosok yang akrab disapa HBY ini mengatakan, permukiman di sepanjang Sungai Rabalaju terendam air. Di antaranya Kelurahan Potu, Soriwono, Kelurahan Karijawa Kampo Rato, Kelurahan Simpasai tepatnya di sekitar lingkungan Manggemaci, Kelurahan Kandai II dan Desa Wanwonduru.

Banjir di Kabupaten Dompu NTBBanjir di Kabupaten Dompu NTB Foto: Banjir di Kabupaten Dompu NTB (dok BPBD Dompu)

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, Asdin Junaidin. Menurutnya, hampir semua sungai yang ada di Kabupaten Dompu mengalami penyempitan.

"Besok kami akan coba menata kembali dinding sungai yang ada ini. Memang perlu diperkuat tebingnya, hampir 10 kilometer di Sungai Rabalaju untuk diperbaiki dan sekaligus untuk menormalisasikan sungainya," ujarnya di lokasi yang sama.

Bupati Dompu telah menetapkan masa tanggap darurat selama 3 Hari mengingat kondisi dan situasi pasca banjir secara umum tidak begitu parah.

Mulai hari ini, Pemda Dompu juga akan melakukan survei secara lebih detail untuk memutuskan, pekerjaan apa saja yang akan dikerjakan untuk menghindari banjir susulan. Wilayah Soriwono akan menjadi perhatian Pemda, karena selalu menjadi langganan banjir.
(hri/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed