Setelah Makan Jumiati, Harimau Bonita Kemungkinan Serang Manusia Lagi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 07 Mar 2018 11:21 WIB
Foto: Istimewa
Pekanbaru - Harimau Bonita menyerang Jumiati hingga tewas pada awal tahun ini di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Ada kemungkinan peristiwa yang sama bisa terjadi kembali.

"Dari sejumlah teori yang ada selama ini, bila harimau sudah pernah menyerang manusia atau memakan daging manusia, kemungkinan peristiwa yang sama bisa kembali terjadi," kata aktivis WWF Indonesia wilayah Riau, Soemantri alias Abeng, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (7/3/2018).

[Gambas:Video 20detik]


Abeng menyebutkan, sekalipun belum ada penelitian secara konkret tentang teori tersebut di Indonesia atau wilayah Riau, khususnya, perilaku yang demikian biasanya lazim dilakukan harimau.

"Saya memang tidak bisa memastikan kalau harimau itu akan melakukan penyerangan kembali ke manusia. Namun sejumlah teori yang ada selama ini, kemungkinan ke arah itu akan dilakukan kembali," kata Abeng.

Dari berbagai peristiwa yang ada, bila seekor harimau sudah pernah memangsa manusia, biasanya harimau tersebut akan menganggap manusia sebagai buruannya. Karena itu, harimau yang pernah menyerang dan memangsa manusia akan lebih berbahaya lagi.

"Tapi semuanya tidak bisa juga dipastikan. Karena penyebabnya kasus per kasus memang harus dilihat secara detail. Karena bisa jadi harimaunya yang terpojok atau sebaliknya. Jadi berbagai faktor terkait konflik antara harimau dan manusia harus dilihat secara jelas," kata Abeng.

Sebagiamana diketahui, harimau Bonita sudah dua bulan ini masih berada di sekitar area perkampungan dan perkebunan sawit di Kecamatan Pelangiran, Inhil. Jumiati tewas pada 3 Januari 2018 saat bekerja di perkebunan sawit tersebut. Saat diserang harimau, sebenarnya Jumiati sudah berusaha memanjat pohon sawit.

Namun, saat berusaha naik ke atas pohon, kaki Jumiati masih bisa ditarik harimau yang melompat ke arah korban. Karena kakinya diterkam, Jumaiti pun terjatuh dari pohon sawit. Sempat terjadi pergumulan antara Jumiati dan Bonita selama sekitar 30 menit. Setelah itu, karyawan perusahaan sawit tersebut tewas di tempat. Pergumulan Jumiati dan Bonita diketahui rekan sekerjanya. Hanya, rekannya juga tidak bisa berbuat banyak.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sudah dua bulan mencari Bonita. Dalam tiga hari ini, tim medis dikirim ke lokasi kejadian. Nantinya, bila bertemu Bonita, tim BBKSDA dan Polres Inhil akan ditembak bius. Ini langkah terakhir setelah Bonita tak mau menyentuh umpan kambing jantan di box trap yang dipasang di lokasi kejadian. (cha/asp)