Harimau Bonita yang Jadi Menyimpang Usai Memangsa Jumiati

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 07 Mar 2018 10:32 WIB
Bonita si harimau yang berubah setelah memangsa Jumiati. (Istimewa)
Jakarta - Perilaku Bonita si harimau kini menjadi ganjil. Bonita dinilai menunjukkan tanda-tanda penyimpangan setelah menewaskan Jumiati.

Kepala Bidang I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Mulyo Hutomo, menilai hewan ganas itu kini seperti ingin menjadi kucing yang dekat dengan manusia.

"Jadi sepertinya harimau itu ingin berperilaku seperti kucing yang bisa beradaptasi dengan lingkungan manusia. Bonita sepertinya ingin bermanja-manja dengan manusia. Itu kesan yang kita prediksi dari sikap Bonita itu," kata Hutomo saat berbincang dengan detikcom, Selasa (6/3/2018).

[Gambas:Video 20detik]


Normalnya, Pantera tigris sumatrae akan melakukan satu dari dua kemungkinan bila bertemu manusia. Pertama, menyerang; kedua, berlari menghindar. Namun Bonita justru tidak demikian.

Setelah Bonita menewaskan Jumiati di Indragiri Hilir, Riau, pada 8 Januari 2018, tim BKSDA lantas bergerak mencari Bonita. Akhirnya tim BKSDA bertemu Bonita di hutan green belt Blok 68 Kecamatan Pelangiran pada 19 Februari.

"Tapi anehnya, justru saat bertemu itu Bonita tidak menghindar dan tidak melakukan penyerangan," kata Hutomo.

Saat itu suasana menjadi sangat tegang. Bonita tidak menyerang, melainkan hanya berada di sekitar tim selama dua jam. Dia duduk dengan santai dalam jarak 3 meter dari tim.

"Mendengar suara tembakan dari kejauhan, Bonita baru pergi setelah menongkrongi tim selama dua jam. Dan dia meninggalkan lokasi juga berjalan dengan santai, malah sempat kembali melihat ke belakang," kata Hutomo.

Perilaku Bonita yang tidak normal lainnya adalah tidak memangsa umpan kambing yang diletakkan di box trap yang telah dipasang BKSDA di lokasi. Dalam rekaman kamera yang tertangkap, Bonita ini justru sudah berada di mulut perangkap itu. Tapi Bonita hanya melihatnya dan lantas meninggalkan box perangkap itu.

"Ini sangat tidak lazim untuk harimau liar. Tapi Bonita malah tampak santai dan tidak menerkam kambing yang ada di dalamnya. Inilah perilaku Bonita yang telah menyimpang pasca-memangsa Jumiati," tutup Hutomo.

Kini, Bonita sering ditemukan nongkrong di pinggir jalan, yakni di poros desa Simpang Kanan, Pelangiran, Inragiri Hulu. Dia tak menghindar, bahkan mendatangi truk-truk yang berada di sana.

"Beberapa kali tim kita atau warga menemukan Bonita duduk di tepi jalan poros. Malah sempat direkam tim kita Bonita dengan santai mendatangi ke arah truk yang akan melintas," kata Hutomo.

Perubahan perilaku hewan ini diistilahkan sebagai inhabituasi. Harimau yang dikenal suka menyerang atau menghindari manusia, kini malah mendekati manusia namun tak menyerang.

"Perilaku menyimpang itu kita duga sejak Bonita memangsa Jumiati beberapa waktu lalu. Dia menjadi terbiasa berdekatan dengan manusia," kata Hutomo. (dnu/fjp)