DetikNews
Rabu 07 Maret 2018, 07:28 WIB

Pollycarpus Bergabung ke Partai Tommy Soeharto

Tsarina Maharani - detikNews
Pollycarpus Bergabung ke Partai Tommy Soeharto Partai Berkarya (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Pollycarpus Budihari Priyanto, orang yang terlibat dalam pembununuhan aktivis HAM Munir Said Thalib, disebut tercatat sebagai anggota Partai Berkarya. Sekjen Partai Berkarya Andi Picunang membenarkan kabar itu. Ia menyebut, partainya tak membeda-bedakan tiap anggota berdasarkan latar belakang masa lalunya.

"Kita nggak mau melihat latar belakang orang ya. Yang penting mau jadi anggota, silakan," ujar Andi saat dihubungi, Selasa (6/3/2018).

Andi menyatakan, Pollycarpus mungkin memiliki kesamaan visi dan misi dengan Partai Berkarya. Menurutnya, Pollycarpus memiliki hak politik yang sama seperti WNI lainnya.

"Semua orang punya hak politik untuk menyalurkan aspirasinya. Mungkin beliau melihat Partai Berkarya cocok untuk menyalurkan aspirasi poltiknya. Kita nggak membatasi, yang penting mereka memenuhi syarat kan. Ia punya hak suara yang sama, seorang Pollycarpus dengan seorang presiden ya sama satu suara," urainya.


Pollycarpus adalah eks pilot maskapai Garuda Indonesia yang divonis 14 tahun penjara setelah dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus meninggalnya Munir pada 7 September 2004. Setelah menjalani masa tahanan selama 8 tahun, ia dinyatakan bebas bersyarat sejak 28 November 2014.

Tak banyak kabar soal dirinya setelah bebas dari Lapas Sukamiskin. Hingga akhirnya, ia disebut-sebut bergabung dalam partai besutan Tommy Soeharto ini.

Andi menjelaskan, bahkan awalnya ia tidak tahu-menahu Pollycarpus mendaftarkan diri sebagai anggota di partainya. Ia pun kemudian menegaskan bahwa saat ini Pollycarpus hanya anggota biasa, tak menjabat sebagai pengurus Partai Berkarya.

"Saya juga baru tahu dari teman-teman wartawan ya ada anggota kita yang namanya Pollycarpus. Tapi bagi kita, ya nggak masalah, dia kan anggota biasa," sebutnya.

"Tapi untuk jadi pengurus nanti dulu, kita pikir-pikir. Kalau mau jadi anggota ya siapa aja," sambung Andi.

[Gambas:Video 20detik]


Selain Pollycarpus, ada nama mantan Deputi V Badan Intelijen Negara Muchdi Purwoprandjono yang disebut tergabung di Partai Berkarya. Muchdi sempat didakwa terlibat dalam kasus pembunuhan Munir, tetapi akhirnya dinyatakan tak bersalah.

Selama masa persidangan, keterlibatan Pollycarpus dan Muchdi sempat dihubung-hubungkan. Muchdi diceritakan sempat beberapa kali menelepon Pollycarpus.

Sementara Pollycarpus hanya anggota biasa, Muchdi saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Partai Berkarya. Terkait posisi Muchdi, Andi mengatakan bahwa Muchdi sudah bersama sejak awal cikal-bakal Partai Berkarya terbentuk.

"Dia kan dulu Wakil Dewan Pembina Partai Nasional Republik. Ini kan yang kita pakai legalitasnya berubah jadi Partai Berkarya, setelah fusi dengan partai Beringin Karya. Jadi otomatis pengurus-pengurus yang masih aktif di Nasrep, ya jadi pengurus di Berkarya bersama pengurus lainnya yang baru," paparnya.


Partai Berkarya merupakan salah satu partai baru yang lolos dan ditetapkan KPU sebagai peserta Pemilu 2019. Pada saat pengundian nomor, Partai Berkarya mendapat nomor urut 7. Partai berlambang pohon beringin itu menargetkan meraih 78 kursi di DPR.

"Segenap pengurus kader partai segera menyiapkan diri, khususnya untuk pencalegan. Fokus utama kita pada 2019, kader kita jadi anggota legislatif di tingkat DPR. Makanya kita kerja keras untuk itu agar mendapatkan kursi sebanyak-banyaknya," kata Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Tommy Soeharto.




(tsa/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed