Ketua KPUD Seram Timur Dihajar Sekelompok Massa

Ketua KPUD Seram Timur Dihajar Sekelompok Massa

- detikNews
Senin, 27 Jun 2005 07:34 WIB
Ambon - Kekerasan dalam Pilkada kembali terjadi. Kali ini Ketua KPUD Seram Timur, Maluku, Sidik Rumalowak dihajar sekelompok orang ketika melakukan kunjungan ke Kecamatan Geser bersama Pjs Bupati Seram Timur AG Wokanubun, Minggu (26/6/2005).Diduga, aksi pemukulan dipicu pernyataan Sidik di salah satu televisi nasional pada 23 Juni 2005 lalu. Saat penghitungan suara hari pertama ia menyatakan, pasangan calon bupati Abdullah Vanath-Siti Suruwaky yang diusung PKS, unggul sementara dari empat pasangan lainnya.Warga desa yang berjarak satu hari satu malam dari kota Ambon itu, kecewa karena saat itu perhitungan suara hanya dilakukan di beberapa TPF di Kecamatan Bula yang merupakan basis pendukung Abdullah. Warga juga melakukan aksi protes dengan membuang sejumlah kotak suara dan kertas suara ke laut."Polemik itu sempat dibicarakan antara rombongan Bupati dan warga yang tidak puas. Namun sampai saat ini belum ada jalan keluarnya," kata Anggota KPUD Seram Timur Arobi Kilian kepada detikcom, saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (27/6/2005) pagi.Aksi pemukulan itu hampir mengundang aksi massa yang lebih besar. Namun untuk menghindari aksi lebih brutal, aparat keamanan melepaskan tembakan dan massa pun membubarkan diri. Kapolres Seram Timur saat itu juga ikut dalam rombongan.Empat kandidat lain dikabarkan juga menolak hasil perhitungan suara di Seram Timur. Mereka akan menggugat hasil penghitungan yang dilakukan KPUD karena mensinyalir ada penggelembungan suara untuk pasangan Abdullah, khususnya di Kecamatan Werinama dan Kecamatan Bula.Sementara itu, dua daerah lain di Maluku yang juga menggelar Pilkada 23 Juni lalu, Kabupaten Aru dan Kabupaten Seram Barat, kemungkinan besar akan melaksanakan putaran kedua Pilkada. Sejauh ini, jumlah suara yang diperoleh masing-masing calon hampir merata.Hingga memasuki hari ke lima ini, hasil akhir perhitungan suara di tiga Kabupaten di Maluku tersebut masih belum selesai. (fab/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads