Ahli Waris: Makam Keramat di Cisereh Harganya Tak Ternilai

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Selasa, 06 Mar 2018 18:14 WIB
Foto: Makam yang dianggap keramat di Desa Cisereh, Tigaraksa, Kab Tangerang/Bil Wahid
Jakarta - Pembangunan tol Serpong-Balaraja yang menyentuh makam keramat di TPU Cisereh, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang ditolak warga. Ahli waris makam menyebut makam tersebut tak bisa diganti dengan uang sebesar apa pun.

"Nggak ada harganya, itu nggak ternilai," kata salah seorang ahli waris makam, Madrohim saat ditemui di Cisereh, Selasa (6/3/2018).

Dia menyebut, jika lahan pemakaman itu jadi dipakai untuk pembangunan tol, akan ada resiko yang akan diterima pihak pembangun. Jika itu terjadi, ahli waris tak akan bertanggung jawab.

"Kalau jadi, saya nggak tanggung jawab, biar nanti mereka tanggung resikonya aja. Nggak bakal diam penghuni makam itu," ujarnya.





Madrohim dan warga lainnya kini masih menunggu keputusan soal pembangunan tol itu. Dia berharap pembangunan tol dialihkan ke lokasi lain.

"Warga masih tunggu keputusan tol dulu. Harapan warga di geser aja, kan lahan masih leluasa untuk digeser, kecuali nggak ada lahan," pungkasnya.

Makam keramat di TPU Cisereh diyakini sebagai makam leluhur di kampung itu. Kelima leluhur itu yakni Buyut Tunggal, Ratu Siti Aisyah, Muhammad Firdaus, Abah Manahong, Haniyatul Firdaus.

Abah Manahong diyakani sebagai pria China yang memeluk islam yang kemudian menikah dengan Ratu Siti.

Keduanya mempunyai anak Muhammad Firdaus dan Hanayatul Firdaus. Sedangkan Buyut Tunggal merupakan guru agama Abah Manahong. (abw/rvk)