DetikNews
Selasa 06 Maret 2018, 16:45 WIB

Bea-Cukai Banten Amankan Produk Ilegal Senilai Rp 7 M

Mega Putra Ratya - detikNews
Bea-Cukai Banten Amankan Produk Ilegal Senilai Rp 7 M Foto: Dok Bea-Cukai
Banten - Selama periode Januari-Februari 2018, Bea-Cukai Banten berhasil melakukan enam penindakan produk-produk ilegal. Produk-produk ilegal yang merugikan negara itu ditaksir senilai Rp 7.566.115.000.

"Barang-barang ilegal tersebut terdiri dari 7.743 pcs produk tekstil, 11.316 botol minuman keras lokal, dan 13.884 botol minuman keras impor dengan nilai barang mencapai Rp 7.566.115.000," ungkap Kepala Kantor Wilayah Bea-Cukai Banten Decy Arifinsjah dalam keterangannya, Selasa (6/3/2018).

Decy menjelaskan, dari penindakan yang telah dilakukan, Bea-Cukai juga menyita sejumlah barang bukti lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.

"Petugas kami juga telah melakukan penyitaan sejumlah barang bukti di antaranya 4 unit truk, 161 pcs kayu, 17 lembar fiber, 1.700 buah kelapa yang digunakan untuk menutupi minuman keras impor yang diangkut," tambah Decy.

Penindakan di atas dilakukan karena barang-barang tersebut terbukti melanggar ketentuan Undang-Undang Kepabeanan dan Undang-Undang Cukai. Atas penindakan ini, Kementerian Keuangan melalui Bea-Cukai turut berperan mengamankan penerimaan negara di bidang cukai, sektor industri dalam negeri, dan kesehatan masyarakat.

"Karena pada dasarnya peredaran minuman beralkohol ilegal, tidak hanya merugikan secara ekonomi, namun juga dapat merusak kesehatan," ujarnya.

Untuk memastikan kasus ini telah berjalan sesuai dengan ketentuan hukum, Bea-Cukai juga telah melakukan tindak lanjut terhadap hasil penindakan yang telah dilakukan.

Terhadap kasus pelanggaran kepabeanan berupa pengeluaran barang subkontrak dari Kawasan Berikat tanpa persetujuan pejabat Bea-Cukai telah dikenai Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan dan sanksi administrasi sebesar Rp 150.000.000; 3 kasus pengangkutan dan penyaluran minuman beralkohol merek lokal tanpa memiliki izin berupa NPPBKC (Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai) telah dikenai denda sebesar Rp753.129.760; dan 1 kasus pengangkutan minuman keras eks impor tanpa pita cukai dengan modus ditutupi balok kayu dan kelapa saat ini masih dalam proses penyidikan.

Decy menambahkan barang kena cukai ilegal tersebut berasal dari pihak-pihak yang tidak mematuhi peraturan di bidang cukai, sehingga berdampak pada kerugian di bidang ekonomi dan sosial, di mana akan timbul persaingan usaha yang tidak sehat dengan pengusaha yang taat pada ketentuan perundang-undangan di bidang cukai.

Decy mengimbau pengusaha pabrik minuman beralkohol, tempat penyimpanan etil alkohol, serta penyalur dan penjual minuman beralkohol dan rokok mematuhi peraturan di bidang cukai.

"Keberhasilan ini juga tak lepas dari kerja sama yang baik antara Bea-Cukai, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, TNI, dan instansi terkait lainnya," pungkasnya.
(ega/nwy)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed