Soal Larangan GPS, Polri: Harus Ada Kajian Dulu

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 06 Mar 2018 16:21 WIB
Foto: Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (Zhacky-detikcom)
Jakarta - Polri mengatakan aturan yang akan diterapkan polisi terhadap masyarakat harus melalui proses pengkajian terlebih dahulu. Termasuk aturan yang bersifat larangan dalam berlalu lintas.

"Harus ada datanya, saya katakan harus ada data. Kalau kita mengatakan 'ini ada orang kecelakaan, ada orang meninggal sekian, meninggal gara-gara ini, tolong diwaspadai'. Kalau sekarang main ini, dibilang ini, polisi bisa dikatakan nyari-nyari," kata Setyo ketika dikonfirmasi detikcom, Selasa (6/3/2018).

Jika diterapkan tanpa dasar hasil kajian, lanjut Setyo, parameter aturan menjadi tidak jelas. Bahkan bisa dibilang polisi mengada-ada dalam melakukan penindakan.

"Nanti jangan-jangan (ada penindakan, red), 'bapak salah nih karena (ban kendaraan, red) tidak ada tutup pentil', apalagi tuh," sambung Setyo.


[Gambas:Video 20detik]




Menurut Setyo, pernyataan larangan menggunakan GPS, mendengarkan musik dan merokok saat berkendara, yang sempat dilontarkan pejabat Ditlantas Polda Metro adalah spontanitas dan menimbulkan ketidakjelasan.

"Itu kelihatannya spontanitas itu, nggak ada datanya Budiyanto ngomong begitu itu nggak ada datanya. Itu pernyataan Direktur itu sumir, harus dikaji lagi. Harus ada kajian lagi," ucap Setyo.

Larangan berkendara sambil mengoperasikan telepom seluler, merokok dan mendengarkan musik menjadi polemik. Larangan itu pertama kali dipublikasikan Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto saat memberi pernyataan tentang Operasi Keselamatan Jaya.

"Sasaran operasi kan melawan arus, berboncengan lebih dari dua orang (di motor), tidak cukup umur, menggunakan HP, termasuk merokok dan mendengarkan musik juga," kata Budiyanto kepada detikcom, Kamis (1/3).

Budiyanto beralasan hal tersebut dapat mengganggu konsentrasi pengendara. Pernyataan itu diralat Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra.

"Sudah saya sampaikan memang, untuk yang merokok, mendengarkan musik itu tidak ditilang, saya ulangi lagi, tidak ditilang. Hanya apabila pengendara mengendarai kendaraannya dengan tidak wajar dan tidak konsentrasi. Tentunya melanggar aturan," kata Halim saat menghadiri acara launching sistem penerbitan izin aplikasi online di Pintu Masuk CFD, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (4/3).

Kemarin, Senin (5/3), Halim kembali menyatakan berkendara sambil mengaktifkan aplikasi GPS di ponsel tidak boleh, kecuali GPS pada mobil karena perangkatnya melekat di badan kendaraan. (aud/rvk)