DetikNews
Selasa 06 Maret 2018, 10:51 WIB

Cerita Ojol Dipukuli Gerombolan Pemotor di Kemang sampai Minta Ampun

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Cerita Ojol Dipukuli Gerombolan Pemotor di Kemang sampai Minta Ampun Ari, driver ojol yang jadi korban serangan geng motor di Kemang. (Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)
Jakarta - Seorang driver ojek online (ojol), Ari, menjadi korban penyerangan gerombolan pengendara motor atau geng motor di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan. Ari sempat memohon ampun kepada para pemotor itu tapi tetap dipukuli hingga terluka.

Ari awalnya menunggu order penumpang di dekat pos polisi Kemang. Pada Senin dini hari itu, Ari memang berencana menarik penumpang hingga pagi.

[Gambas:Video 20detik]


"Kalau pas kejadian suasana ramai, cuma pas pertama-tama, seperti biasa nongkrong nunggu orderan, niatnya mau ngalong, saya nunggu teman saya. Kebetulan dia nggak datang," ujar Ari saat ditemui di rumahnya, di Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (6/3/2018).

Sesaat kemudian, Ari mendengar ada keributan di sepanjang Jalan Kemang Raya. Namun dia tak menghiraukannya karena dikira hanya keributan biasa.

"Ya sudah saya abaikan, saya tetap main handphone," ujarnya.



Selain itu, Ari melihat ada gerombolan pemotor yang memukuli driver ojol di dekat Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Kata Ari, para pemotor itu terus bergerak memukuli korban lain yang berada di dekat lokasi.

"Terus saya masih biasa, karena saya nggak tahu-menahu perkaranya. Pindah ke seberang ke depan Jalan Kemang IV, ada yang digebukin," ucap dia.

Tiba-tiba para pemotor itu pun menghampiri Ari. Masih mengenakan jaket ojol, Ari pun dipukuli hingga kepalanya terluka.



"Karena berdekatan saya, otomatis saya kena juga. Dipukulin, dihantam. Karena masih pakai jaket ojek," tuturnya.

Menurut Ari, ada sekitar lima pria yang mengeroyoknya. Pria tersebut berperawakan kekar dan mengenakan kaos.

"Lebih dari lima. Ada yang bawa double stick. Untung nggak mukul saya. Kepala berdarah sama helm. Karena posisi duduk. Udah kegencet. Ditonjok pakai tangan. Kebanyakan helm. Kalau muka sekali-dua kali," kata dia.

Ari tak sempat melawan karena jumlah pemotor yang memukulinya cukup banyak. Dia hanya menutupi muka dengan tangan yang mengakibatkannya terluka.

"Tangan (luka), karena nangkis, sama hidung, rada bengkak, sama bibir jontor. Hidung dan mulut, nggak ada yang berdarah," imbuh dia.

Mengetahui dirinya semakin terluka, Ari berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Dia juga memohon ampun kepada para pemotor itu agar tak terus dipukuli.

"Ada sekitar 10 menit, dipukuli saya. Saya teriak minta ampun dan minta maaf, nggak digubris. Sampai akhirnya mereka misahin udah-udah," ujarnya.

Setelah itu, Ari dengan kondisi terluka datang ke pos polisi Kemang untuk mengamankan diri. Dia baru pulang ke rumah sekitar pukul 03.00 WIB setelah situasi kondusif.

Penyerangan gerombolan pemotor itu terjadi pada pukul 01.15 WIB, Senin (5/3) dini hari. Mereka merusak sejumlah barang dan memukuli warga sekitar.

Sebelum kejadian itu, seorang anggota Brimob ditusuk oleh orang tak dikenal. Polisi saat ini masih mendalami keterkaitan dua peristiwa tersebut.
(knv/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed