SBY Telaah Program Methadon bagi Eks Pecandu Narkoba
Minggu, 26 Jun 2005 17:51 WIB
Jakarta - Pemerintah akan menelaah lebih lanjut untuk meneruskan program Rumatan Methadon, salah satu metode rehabilitasi mantan pecandu narkoba. Selama ini, sistem penyembuhan ini masih terjadi silang pendapat. Hal ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) SBY saat meninjau Rumah Sakit Ketergantungan Obat-obatan (RSKO) Cibubur, Jl. Lapangan Tembak, Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (26/6/2005). Presiden mengunjungi RSKO dalam rangka peringatan Hari Internasional Melawan Penyalahgunaan Obat dan Peredaran Gelap Narkoba yang jatuh hari ini. "Memang masih banyak silang sengketa mengenai metode pengobatan ini. Tapi, bagi saya kalau yang lebih mengemuka adalah manfaatnya, tentu kita tutupi kekurangannya dan ekploitasi kelebihannya, agar berkembang makin baik. Ini upaya besar untuk menyelamatkan masa depan bangsa dari kehancuran akibat narkoba," kata SBY. Rumatan Methadon, merupakan suatu metode rehabilitasi mantan pecandu narkoba, khususnya putauw, yang dijalankan RSKO sejak tahun 2004. Prakteknya adalah dengan mewajibkan pasien yang sudah dinyatakan sembuh untuk meminum Methadon, dalam dosis yang semakin rendah. Methadon adalah zat sintetik heroin yang memiliki efek seperti putauw. Zat ini memiliki khasiat untuk menghentikan rasa ketergantungan terhadap putauw. Pernyataan ini disampaikan SBY menanggapi permintaan Kepala Program Rumatan Methadon RSKO, Asliati Asril dalam acara itu. Saat itu, kepada Presiden SBY, Asliati meminta perlindungan hukum mengenai metode pengobatan ini. Dia juga meminta kepastian atau jaminan ketersediaan Methadon untuk jangka waktu lama mengingat program ini membutuhkan jangka waktu panjang untuk sampai pada tahap sembuh total. Pada kesempatan itu, Presiden juga berjanji akan membangun pos Program Rumatan Methadon (PRM) Keliling di beberapa kota. Tujuannya, agar peserta PRM tidak perlu tiap hari datang ke RSKO untuk minum obat. Permintaan pengadaan PRM Keliling ini diajukan oleh Mapda, salah seorang mantan pecandu yang kini menjadi peserta PRM. "Nanti kalau tidak terlaksana, tolong SMS saya," pinta SBY kepada Mapda. Dalam kunjungan ini, Presiden SBY datang didampingi Ibu Negara, Ny Kristiani. Hadir juga dalam acara ini, Menkes Siti Fadilah Supari, Mendiknas Bambang Sudibyo, mantan Gubernur DKI Ali Sadikin, Wagub DKI Fauzi Bowo, Menko Kesra Alwi Shihab, dan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar.
(asy/)











































