Kala Gerindra Tarik Prabowo dari 'Blunder Politik' Jokowi

Kala Gerindra Tarik Prabowo dari 'Blunder Politik' Jokowi

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 05 Mar 2018 22:14 WIB
Kala Gerindra Tarik Prabowo dari Blunder Politik Jokowi
Presiden Jokowi dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - PDIP menyeret nama Prabowo Subianto di tengah kontroversi pertemuan Jokowi dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Gerindra tak sepakat nama capresnya itu dikait-kaitkan dengan blunder politik Jokowi belakangan ini.

Pertemuan Jokowi dengan jajaran pimpinan PSI jadi kontroversi lantaran ada pembicaraan soal Pemilu 2019 di Istana Negara. Nah, nama Prabowo ditarik-tarik lantaran Prabowo juga pernah menemui Jokowi di Istana Merdeka.

Baca juga: Buntut Panjang Pertemuan PSI dan Jokowi yang Seret Prabowo

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo datang menemui Jokowi di Istana Merdeka Jakarta pada 17 November 2016. Prabowo dijamu teh, hidangan ikan bakar, dan berbincang di beranda Istana. Gerindra tak mau pertemuan Prabowo dan Jokowi itu disamakan dengan pertemuan PSI dan Jokowi.

"(Pertemuan Jokowi) dengan Pak Prabowo itu kan bicara masalah bangsa dan upaya menurunkan tensi politik waktu itu, karena Presiden terkesan membela Pak Ahok dan dimusuhi umat Islam kelompok 212. Pak Prabowo datang ke Istana untuk memberikan dukungan moral bagi Presiden dan berupaya menurunkan tensi politik yang waktu itu sedang panas," kata Wasekjen Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan, Senin (5/3/2018).



Wajar Gerindra cepat-cepat menarik Prabowo dari pusaran isu ini. Kontroversi pertemuan Jokowi dengan jajaran pengurus PSI itu memang jadi isu panas belakangan ini. Cerita bermula saat jajaran pengurus PSI, yakni Ketum Grace Natalie, yang didampingi Sekjen Raja Juli Antoni dan Tsamara Amani, menemui Presiden Jokowi di Istana Negara pada Kamis (1/3/2018). Pertemuan yang membahas soal strategi Pemilu 2019 ini kemudian menuai kontroversi.

Kala Gerindra Tarik Prabowo dari 'Blunder Politik' JokowiPertemuan Presiden Jokowi dengan PSI di Istana Kepresidenan (Foto: Instagram Tsamara Amany)


Sampai kemudian elite PDIP menyeret nama Prabowo ke pusaran isu ini. Adalah Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga yang membawa-bawa nama Prabowo untuk memberi kesan pertemuan Jokowi dengan PSI itu sangatlah biasa.

"Ini kan hal yang biasa saja. Tinggal bergantung dari sisi mana kita melihat. Bagaimana kalau kemudian, kalau yang datang itu Pak Prabowo ke Pak Jokowi. Ada masalahkah? Kan tidak," tutur Eriko.

Sebenarnya Eriko juga tak asal omong begitu saja, tak ada asap kalau tak ada api. Awal sekali, elite Gerindra duluan yang menyentil pertemuan politik Jokowi itu sebagai blunder politik menjelang pilpres.

"Mengundang salah satu parpol dan membicarakan materi yang menurut saya absurd. Kiat atau strategi pemenangan di 2019 aneh menurut saya," kata Waketum Gerindra Ferry Juliantono pada sebuah diskusi politik di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (3/3).

Soal tarik-menarik nama Prabowo di tengah isu panas ini sangat menarik karena kebetulan sampai saat ini Prabowo Subianto adalah lawan terkuat Jokowi di Pilpres 2019, meskipun konon Prabowo juga ditawari jadi cawapres Jokowi.

[Gambas:Video 20detik]

(dnu/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads