Gubernur Jateng akan Kontrol Ketat Pemerintahan Temanggung
Minggu, 26 Jun 2005 17:23 WIB
Yogyakarta -
Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto akan mengontrol ketat jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Temanggung,gara-gara kebijakan yang dijalankan Bupati Totok Ary Prabowo kontroversial dan menimbulkan masalah baru. Namun demikian, Mardiyanto menyatakan Totok masih tetap sebagai bupati di kabupaten penghasil tembakau itu."Tetap, bupati masih ada, tapi kita kontrolnya lebih ketat sekarang, kita bimbing supaya pelayanan masyarakat tidak terkendala," kata Mardiyanto menjawab pertanyaan wartawan seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarganya berziarah di makam Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhi Wibowo di Pangen Jurutengah Purworejo, Minggu (26/6/2005).Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jateng akan memberikan suatu bimbingan teknis pemerintahan kepada Wakil Bupati Temanggung HM Irfan dan Sekretaris Daerah Setyo Aji di saat terjadi krisis kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan bupati.Bimbingan teknis kepada pemerintahan Kabupaten Temanggung, kata Mardiyanto, berupa tindakan secepatnya agar masalah gaji PNS setempat tetap dibayarkan tepat waktu. Sedangkan biaya operasional RSUD Djojonegoro Temanggung boleh menggunakan pemasukan dari pelayanan kesehatan yang diberikan setiap hari terlebih dahulu sambil menunggu cairnya APBD."Kita harus berpikir luas, tidak hanya masalah mundurnya Totok, tapi ekses ini juga harus kita jaga," katanya.Mardiyanto meminta kepada PNS Temanggung agar menyadari bila proses hukum terhadap bupati telah dipercepat, sehingga PNS harus tetap memberikan pelayanan masyarakat.Ketika ditanya apakah secara de facto Bupati Totok tidak memimpin Temanggung, Mardiyanto membantahnya. Dia tidak bisa bicara masalah de facto atau tidak, tetapi apabila ada sesuatu yang tidak benar dalam pemerintahan, sebagai gubernur dirinya memiliki kewajiban untuk meluruskan."Saya katakan saya lebih ketat lagi, jangan boleh ada penyimpangan lagi, yang kemarin (mutasi - red) itu adalah penyimpangan menurut saya, makanya agak tinggi nada suara saya, karena saya perintahkan tidak boleh ada mutasi, kok yang ada mutasi besar-besaran," katanya.Selanjutnya ditanya apakah akan ada sanksi bagi Totok, Mardiyanto mengatakan, sanksi hukum yang bakal diterima Totok sebagai sanksi yang cukup besar. "Sanksi yang gedhe banget sudah siap menunggu, sanksinya satu saja sudah fatal," katanya sambil tertawa.
(asy/)










































