Penyelundup Baby Lobster Bernilai Miliaran Rupiah di Riau Dibekuk

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 05 Mar 2018 16:17 WIB
Pekanbaru - Polres Indragiri Hilir (Inhil) Riau menangkap jaringan penyelundup bibit (baby) lobster. Dari 6 pelaku penyelundupan itu, disita 16 ribu baby lobster senilai kurang lebih Rp 2 miliar.

"Awalnya kita menerima laporan dari masyarakat akan adanya penyelundupan bibit lobster melalui perairan Inhil. Dari informasi itu kita lakukan penyelidikan di lokasi dan ternyata mereka bisa kita tangkap," kata Kasat Polairud Polres Inhil, AKP Awaluddin Dalimunte dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (5/3/2018).

Awaluddin menjelaskan, dalam kasus penyelundupan ini pihaknya mengamankan barang bukti baby lobster dan dari kapal speed boad. Mereka ditangkap di perairan Indragiri Desa Bantala Kec Tembilahan, Kabupaten Inhil tadi pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Menurut Awaluddin, awalnya pihaknya menangkap speed boat dengan mesin 40 PK. Kapal inilah yang membawa bibit lobster dari pantai menuju ke tengah perairan laut.

"Di kapal 40 PK ini kita nakhodanya inisial AR (50). Dari kapal ini ditemukan 8 kotak yang berisikan baby lobster berjumlah 16 ribu ekor," kata Awaluddin.

Saat ditangkap, kata Awaluddin, nakhoda mengaku kalau dirinya hanya disuruh mengantarkan barang bukti di tengah laut. Di sana sudah ada yang menunggu kapal lainnya. Tim langsung mengejar kapal yang dimaksud.

"Kapal kedua kita tangkap di tengah laut yang lagi menunggu baby lobster tersebut," kata Awaluddin.

Kapal yang ditangkap kedua ini memiliki kecepatan mesin 200 PK. Dari dalam kapal ini ada lima orang pria diamankan, mereka terdiri dari 4 ABK dan satu nakhoda. Para ABK itu berinisial Zep (47), Im (43, Syah (39) asal Provinsi Kepri, sedangkan ABK Mas (42) asal Kab Inhil. Untuk nakhoda inisial Muh (25) asal Batam, Provinsi Kepri.

"Seluruh barang bukti kini sudah kita amankan. Para pelaku masih kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Awaluddin.

Untuk keterangan sementara dari para pelaku, barang bukti 16 ribu baby lobster ini dibawa dari Jambi via darat. Dari kota Jambi di bawah ke Tembilahan Ibu Kota Inhil.

"Mereka ini disuruh mengantarkan baby lobster ini ke Batam, Kepri. Dari Batam nantinya akan dijual ke Singapura," kata Awaluddin.

"Mereka bukan pemiliknya, tapi hanya orang yang disuruh. Kita lagi mendalami kasus ini untuk mengungkap jaringan ini. 6 Orang yang kita amankan ini dijerat UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman 6 tahun penjara," tutup Awaluddin. (cha/asp)