Lagi, 3 Tersangka Korupsi Pembangunan Tugu Antikorupsi Ditahan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 05 Mar 2018 15:02 WIB
Pekanbaru - Kejati Riau kembali menahan 3 tersangka kasus korupsi pembangunan tugu antikorupsi. Ketiganya menyusul tiga tersangka sebelumnya yang telah ditahan lebih awal di Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru.

"Usai diperiksa tadi, ketiganya langsung kita tahan di Rutan Sialang Bungkuk. Selanjutnya akan kita proses pelimpahan tahap I," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Sugeng Riyanta dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (6/3/2018).

Sugeng menjelaskan ketiga tersangka ini adalah, RY, AA dan Kus yang semuanya dari pihak swata dalam pembangunan proyek RTH di Jl A Yani Pekanbaru. Sugeng menjelaskan, untuk tersangka RY merupakan Direktur CV Panca Mandiri Konsultan perusahaan yang bertugas mengawasi proyek RTH yang menelan dana lebih dari Rp 8 miliar itu. Untuk tersangka AA, merupakan staf lapangan yang mengawasi jalannya proyek dari CV Panca Mandiri Konsultan. Tersangka K merupakan Direktur PT Bumi Riau Lestari.

"Tersangka K ini merupakan pihak yang meminjamkan perusahaannya kepada tersangka Yulia tersangka yang lebih awal kita tahan. Perusahaan milik K dipinjam Yuliana, padahal tidak mengejarkan apapun, tapi uangnya diterima," kata Sugeng.

Menurut Sugeng, ketiga tersangka ini bersama-sama dengan tiga tersangka lainnya sudah ditahan dalam kasus yang sama.

"Korupsi ini bersama-sama mereka lakukan termasuk dengan eks Kadis PU Dwi yang sudah kita tahan. Korupsi ini dilakukan pada pembuatan taman di RTH dan termasuk tugu antikorupsi yang ada di RTH tersebut," kata Sugeng.

Sebagaimana diketahui, dalam kasus ini pihak kejaksaan telah menetapkan 18 orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari PNS Pemprov Riau dan pihak swata. Dari jumlah tersebut kini 6 tersangka sudah ditahan, sisanya belum dilakukan penahanan.

Pembangunan RTH dengan tugu antikorupsi ini dibangun oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi 'Andi' Rachman. Malah peresmiannya Andi Rachman mengundang Ketua KPK Agus Rahardjo dan Jaksa Agun HM Prasetyo dan pejabat pemerintah pusat lainnya. Peresmiannya disesuaikan pada hari anti korupsi akhir tahun 2016 lalu.

Dikorupsinya tugu antikorupsi ini menjadi buah bibir masyarakat Riau termasuk secara nasional. Korupsi ini dianggap paling nyeleneh karena peresmiannya justru dilakukan KPK. Riau dipilih menjadi tuan rumah hari anti korupsi saat itu diberikan kesempatan KPK agar Pemprov Riau di bawah tampuk kepemimpinan Andi Rachman bisa bersih-bersih dari kasus korupsi sebagaimana 3 Gubernur Riau sebelumnya. (cha/asp)