Selundupkan BBM, Kapal Tanker Cina Ditangkap di Cilacap
Minggu, 26 Jun 2005 12:01 WIB
Semarang -
Karena diduga kuat melakukan penyelundupan, kapal tanker asal Cina KM Yoto ditangkap di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Kapal bermuatan 528 ton solar dan 18 orang itu diamankan aparat Polda Jateng. Kapal itu sudah lima hari berada di Cilacap untuk mengisi BBM. Setiap hari mereka mengisi 80 ribu liter solar yang diambil dari jatah untuk daerah Jawa Barat. Menurut rencana, setelah muatan mencapai 1.350 ton, mereka akan berangkat ke luar Jateng."Tapi sebelum berangkat kami sudah menangkapnya kemarin. Kapalnya kami tahan di pelabuhan setempat, sedangkan 18 orang kami periksa di Mapolda," kata Kapolda Jateng Irjen Chaerul Rasjid kepada wartawan di Mapolda Jateng, Jl. Pahlawan Semarang, Minggu (26/6/2005).Rasjid menjelaskan, pihaknya menemukan 24 orang yang berada di kapal saat penangkapan, 12 orang di antaranya berwarga negara Cina Taipei dan Cina daratan. Namun hanya 18 orang yang dibawa ke Mapolda untuk menjalani pemeriksaan.Selain membawa 18 orang tersangka, lanjut Rasjid, Polda juga menyita tiga truk bermuatan solar sebagai sampel barang bukti. Sementara, kapal tanker yang berada di Cilacap disegel dan dijaga sejumlah aparat dari Polres Cilacap dan Polwil Banyumas.Lebih jauh, Rasjid menjelaskan dari pemeriksaan awal ada indikasi kuat BBM tersebut akan dibawa keluar Jateng. Tapi belum diketahui ke mana tujuannya. "Mungkin saja dijual di tengah laut," kata Rasjid yang didampingi sejumlah Kapolres dan Kapolwiltabes Semarang.Untuk mengungkap kasus ini, selain mengerahkan intel, Resmob dan Propam, Polda juga berkoordinasi dengan bagian imigrasi dan Pertamina. Sebab, Polda mendapat instruksi langsung dari Kapolri untuk mengusut tuntas kasus ini."Kami akan bertindak tegas. Siapa pun yang bermain di balik kasus ini, pasti akan kami tangkap. Termasuk oknum instansi-instansi terkait," ancam Rasjid.Rasjid belum bisa memastikan apakah modus operandi penyelundupan itu terkait dengan sindikat internasional. Karena hingga kini, pihaknya masih memeriksa secara intensif kemungkinan yang mengarah ke sana.
(asy/)










































