Cerita Akmal, Mengaku Bertelur hingga Dinyatakan Alami Gangguan Jiwa

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 04 Mar 2018 10:10 WIB
Gowa - Pihak kepolisian akhirnya menyatakan Akmal mengalami gangguan jiwa. Hal itu terkait pengakuannya bisa bertelur dari anusnya.

"Kalau sakit perut sudah tidak lagi, kecuali kepala saya yang agak pusing dan kemarin ada lagi keluar tapi tidak ada tanda-tanda sakit perut," kata Akmal kepada detikcom pada 21 Februari 2018 lalu.

Sejak 2015, Akmal mengaku telah bertelur hingga 21 butir. Menurut ayahnya, Rusli, Akmal bertelur sampai 18 butir pada 2015. Pada awal 2018, ia mengaku bertelur dua kali. Telur pertama dipecahkan Rusli dan isinya cairan berwarna kuning. Telur kedua isinya cairan putih kental dan tidak ada kuningnya.

"Saya cuma merasakan mau buang air besar dan ternyata ada telur yang keluar, tapi ukurannya agak kecil dan jatuh di kloset," sambung Akmal, yang merupakan anak kembar dari enam bersaudara.


Saat ditanya soal firasat jika ingin mengeluarkan telur, Akmal mengaku tak pernah memiliki firasat apa pun.

"Tidak pernah ada firasat, baik melalui mimpi atau apa pun, hanya biasanya kalau mau lagi keluar perutku sakit sekali, kecuali yang terakhir ini saya tidak merasakan sakit perut, mungkin karena yang keluar ukurannya kecil," kata putra kelima dari pasangan Ruslim (45) dan Nawasiah (43) ini.


Lalu apa kata Rusli? Ia menegaskan, anaknya tidak pernah menelan telur secara bulat-bulat.

"Tidak pernah dia makan telur bulat-bulat, telur utuh, buat apa?" ujar Rusli .

Rusli juga membantah adanya isu santet terhadap anaknya. Dia sampai saat ini tidak tahu penyebab anaknya mengeluarkan telur dari tubuhnya.

"Saya ini imam di kampung saya, tidak ada santet. Saya hanya percaya pada maha kuasa," ucapnya.


Pengakuan itu membuat geger masyarakat. Sebab, sangat tidak mungkin manusia bisa bertelur. Tim medis Rumah Sakit Syekh Yusuf bertindak dan menemui kecurigaan.

"Sejauh ini kecurigaan kita seperti itu. Tapi kan kita nggak lihat langsung. Tapi kecurigaan kita ada sengaja dimasukkan. Tapi kita tidak lihat. Kalau secara ilmiah tidak mungkin ada telur di dalam tubuh manusia. Itu tidak mungkin, apalagi itu di salur pencernaan," kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Rumah Sakit Syekh Yusuf, Muhammad Taslim.


Polisi pun bergerak karena pengakuan Akmal membuat gempar. Polisi meminta bantuan psikiater dan psikolog untuk melakukan serangkaian pemeriksaan kepada Akmal. Berdasarkan masukan dari para ahli, Akmal akhirnya dinilai mengalami gangguan jiwa.

"Dari hasil penyelidikan oleh unit PPA Polres Gowa setelah memeriksa 7 orang saksi termasuk dokter yang pernah menangani anak tersebut maka kami menyimpulkan bahwa sang anak mengalami gangguan jiwa sehingga proses penyelidikan harus kami hentikan," ujar Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga. (asp/rvk)