Golput Bayangi Pilkada Depok
Minggu, 26 Jun 2005 06:03 WIB
Jakarta - Fenomena golput membayangi pelaksaan Pilkada di Depok. Kurang gencarnya sosialisasi yang dilakukan KPUD Depok dinilai menjadi salah satu faktor kurangnya greget pilkada pertama di Jawa Barat ini.Sejumlah warga Depok yang ditemui detikcom mengakui gaung Pilkada kali ini kurang dibandingkan pemilu ataupun pilpres lalu. Belum lagi, sosialisasi kandidat juga terasa kurang cukup."Separuh jumlah pemilih yang terdaftar mau datang ke TPS saja, sudah harus disyukuri," ujar seorang petugas TPS di Kelurahan Cinere, Depok, yang enggan disebut namanya, Minggu (26/6/2005).Di Kelurahan Cinere, sedikitnya 41 TPS sudah disiapkan untuk keperluan pilkada. Jumlah ini menyusut separuh lebih dari jumlah TPS sewaktu pemilihan anggota DPR/DPRD dan pilpres yang mencapai 108 TPS. Satu TPS nantinya akan menampung rata-rata 500 pemilih. Biaya yang dikucurkan untuk pembuatan 1 TPS yakni Rp 400 ribu. Seorang petugas TPS mengaku honor Pilkada kali ini lebih besar dibandingkan pemilu lalu. Tidak tanggung-tanggung, upah bagi petugas tersebut naik 2 kali lipat.Panitia Pilkada Depok mencatat jumlah pemilih sebanyak 908.890 orang dengan pemilih terbesar ada di Kecamatan Cimanggis sebanyak 249.727. Untuk kelengkapan Pilkada, KPUD telah mendistribusikan 932 ribu lembar kertas suara ke 1.923 TPS. Saat ini ada lima pasang calon walikota/wakil walikota yang turut meramaikan Pilkada kali ini. Mereka adalah Badrul Kamal-Syihabuddin Ahmad, Nur Mahmudi Ismail-Yuyun Wirasaputra, Yus Ruswandi- M Soetadi Dipowongso, Harun Heryanaa-Farkhan AR, dan A Wahab-Ilham Wijaya. Pencoblosan sendiri akan berlangsung pada pukul 07.00-13.00 WIB
(ton/)











































