BBM Langka, FPDIP Surati SBY agar Rombak Kabinet
Sabtu, 25 Jun 2005 16:25 WIB
Solo - Ketua Fraksi PDIP DPR RI Tjahjo Kumolo menilai pemerintah lamban mengatasi kelangkaan BBM di sejumlah daerah. Dia bahkan menilai sejumlah menteri terkait masalah itu tidak bisa bekerja. Karenanya Senin (27/6/2005) depan F-PDIP akan mengirim surat kepada Presiden yang isinya mendesak agar sejumlah menteri dan Dirut Pertamina diganti.Hal tersebut disampaikan Tjahjo Kumolo kepada wartawan di sela-sela menghadiri Rakercabsus PDIP Wonogiri di Gedung Giri Mandala, Wonogiri, Sabtu (25/6/2005). Menurutnya, pemerintah tidak boleh menganggaop enteng masalah kelangkaan BBM tersebut karena akan terkait langsung dengan banyak persoalan."Apa yang akan dilakukan pemerintah kepada rakyatnya kalau begini ini. Listrik disuruh berhemat, pupuk langka, BBM disuruh berhemat tapi sekarang malah langka. Padahal BBM adalah kunci berjalannya roda ekonomi, berhubungan dengan nilai tukar rupiah, saham dan sebagainya. Masyarakat tidak boleh dibebani lagi di saat busung lapar, polio, muntaber belum juga teratasi," ujarnya.Kasus ini menunjukkan pemerintah gagal mengatur distribusi BBM. Presiden gagal mengoordinasikan menteri-menteri terkait dengan masalah tersebut. Salah satu yang telihat jelas adalah lemahnya koordinasi antardepartemen dan lembaga."Pertamina juga tidak boleh cengeng seperti itu. Jangan hanya bilang bahwa tidak ada dana. Dia juga harus berani melakukan aksi. Departemen Keuangan juga tidak boleh serta-merta menolak permintaan Pertamina, karena ini masalah serius. Lemahnya koordinasi ini menunjukkan para menterinya tidak bisa bekerja," lanjutnya.Karena itu, lanjut Tjahjo, hari Senin mendatang F-PDIP akan mengirimkan surat resmi kepada Presiden dan pimpinan DPR. Isinya meminta kepada Presiden untuk mengganti para menteri terkait dan juga Dirut Pertamina karena dinilai tidak bisa bekerja. Namun Tjahjo tidak menyebut menteri mana saja yang perlu diganti."Kamis lalu fraksi kami sudah mengeluarkan sikap ini. Senin nanti kami akan kirim surat resminya. Presiden harus berani melakukannya karena dia dipilih oleh rakyat dan itu artinya dia mendapat mandat dari rakyat yang telah dibuat menderita oleh menteri-menterinya itu. Jika tidak dilakukan berarti tidak peduli dengan rakyatnya," tegas Tjahjo.Setelah itu, masih menurut Thahjo, F-PDIP DPR RI akan melakukan investigasi secara menyeluruh untuk mengungkap terjadinya kelangkaan BBM tersebut. "Misalnya apakah ada permaian monopoli pihak-pihak tertentu terhadap BBM atau kemungkinan terjadinya tangan-tangan lain yang ikut bermain dalam masalah ini," demikian Tjahjo.
(nrl/)











































