Camat: Warga Bongkar Lapak PKL di Klender karena Nggak Bisa Lewat

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Jumat, 02 Mar 2018 17:35 WIB
Ilustrasi Pasar Klender Foto: David Akbar Maulana
Jakarta - PKL di badan jalan yang direlokasi ke Pasar Perumnas Klender protes ke Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Camat Duren Sawit Abu Bakar mengatakan PKL direlokasi ke pasar atas permintaan warga.

"Itu kan kita silakan ditampung di dalam, silakan kalau mau belanja di dalam. Kan itu kan bukan kehendak kita. Itu kan keinginan masyarakat dan warga yang ada di situ. Yang ngebongkar juga warga dan masyarakat. Kita ngebantuin ngebongkar," kata Abu Bakar saat dihubungi, Jumat (2/3/2018).

Abu Bakar bercerita PKL yang menempati Jalan Teratai merupakan pedagang pasar korban kebakaran pada medio 1990-an. PKL tersebut telah berjualan di trotoar selama sekitar 25 tahun dan keberadaannya dikeluhkan warga.


"Jalan dikembalikan sesuai dengan fungsinya. (PKL) di situ hampir 25 tahun, warga nggak nyium udara di situ. Sudah lama banget, karena dia merasa boro-boro menghirup udara bersih, mau lewat kagak bisa masuk," jelasnya.

Abu Bakar menyebut pedagang baru saja direlokasi sekitar Desember 2017 lalu. Menurutnya, pedagang sudah difasilitasi di pasar tapi mengeluh karena sepi.

"Kita kan sudah apresiasi keinginan dia kan masuk ke dalam pasar dan kepala pasar sudah nampung. Kalau nggak ditampung kan ada beberapa tempat pasar yang lain," paparnya.


Sebelumnya, Sandiaga Uno diprotes sejumlah pedagang kaki lima (PKL) saat mampir bersepeda ke Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, pagi tadi. Sandi mengatakan, relokasi harus dilakukan PKL menempati badan jalan.

Para PKL yang protes ini adalah PKL yang sebelumnya menempati Jalan Teratai, di samping Pasar Perumnas Klender. Mereka protes direlokasi karena sudah sekitar 20 tahun jualan di pinggir jalan.

Sandiaga merespons tenang protes para PKL yang membawa poster ini. Dia menegaskan bahwa relokasi tersebut harus dilakukan agar badan jalan kembali sesuai dengan fungsinya.


"Ya itu sudah 20 tahun di badan jalan, jadi bukan sementara lagi. Jadi atas permintaan warga sendiri yang ingin menghirup udara segar, badan jalan itu dikembalikan fungsinya sebagai jalan dan didukung oleh warga dan setelah itu kita pindahkan relokasi mereka ke pasar sehingga kesetaraan dan ada flow yang baik," kata Sandiaga di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jalan Doktor Sumarno, Pulo Gebang, Jakarta Timur. (fdu/hri)