RS Cikini Terima Dua Pasien Busung Lapar dari NTB

RS Cikini Terima Dua Pasien Busung Lapar dari NTB

- detikNews
Sabtu, 25 Jun 2005 13:04 WIB
Jakarta - Setelah merawat empat pasien busung lapar, Rumah Sakit (RS) PGI Cikini kembali menerima dua balita kakak beradik penderita busung lapar dari Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kedua balita itu bernama Nurul Hairani (6 tahun) dan adiknya, Reni Rusmini (3 tahun).Keduanya dibawa oleh LBH Kesehatan dan Angkatan Muda Partai Demokrat masuk ke RS PGI yang terletak di Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, sekitar pukul 11.00 WIB. Didampingi orangtuanya, Miskudin dan Sumarni. Keluarga ini adalah warga Jalan HOS Tjokroaminoto Gang Cendrawasih No 16 RT 02 Kampung Karamasmas Kelurahan Monjok Kecamatan Mataram Kota Mataram.Ayah kedua balita, Miskudin menceritakan, anak pertamanya ketika berumur delapan bulan pernah jatuh sakit dan mengalami kejang-kejang, panas, demam, batuk, pilek dan badannya lemas. Saat itu Nurul sempat dibawa ke RSU Mataram Lombok Barat. "Menurut dokter, anak saya kurang gizi dan mengalami kelainan urat syaraf di kepala dan semakin lama badannya mengecil. Sampai usia dua tahun anak saya diberi obat seadanya dan makanan yang mampu saya beli," kata Miskudin. Menurut Miskudin, kondisi Nurul sampai usia enam tahun masih belum bisa berjalan lancar dan kemampuan berbicaranya juga sedikit. Termasuk untuk makan dan minum mengalami kesulitan. Hal yang sama juga dialami anak keduanya.Miskudin mengaku bekerja sebagai buruh pikul di Terminal Baritais Kota Mataram. Dirinya hanya mengandalkan upah yang kecil untuk membeli makanan seadanya, itu pun jauh dari sebutan sebagai makanan yang layak.Menurut Miskudin, kedua anaknya sempat mendapatkan bantuan susu dari Suku Dinas Kesehatan Mataram tapi sekarang sudah tidak lagi. Pada 23 Juni 2005, kedua anaknya kembali masuk RS. Lalu pada 24 Juni 2005 oleh LBH Kesehatan dipindahkan ke Jakarta untuk perawatan yang lebih baik.Kedua anak itu langsung masuk ruang perawatan dan diperiksa dokter. Keduanya sempat menolak ditidurkan di ranjang dan memilih tidur di lantai. Namun setelah dibujuk oleh ibunya akhirnya mau ditempatkan di ranjang. (ir/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads