DetikNews
Kamis 01 Maret 2018, 06:15 WIB

Rayakan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, Alex Noerdin Sorot Masalah Sampah

Raja Adil Siregar - detikNews
Rayakan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, Alex Noerdin Sorot Masalah Sampah Perayaan imlek dan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, Sumsel (Foto: Raja Adil Siregar/detikcom)
Palembang - Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin memberi catatan tersendiri saat perayaan imlek dan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, Palembang. Catatan ini disampaikan Alex saat menghadiri perayaan Cap Go Meh.

"Perayaan Cap Go Meh tahun ini di Pulau Kemaro lebih baik dari tahun lalu. Tapi ada satu yang terlihat tidak bagus, yaitu sampah yang berserakan di mana-mana," kata Alex Noerdin kepada wartawan saat ditemui di dermaga Pulau Kemaro, Kamis (1/3/2018) dini hari.

Alex mengatakan yayasan pengelola Pulau Kemaro seharusnya menggandeng Dinas Kebersihan Kota Palembang untuk urusan sampah. Sehingga pengunjung yang datang dari luar negeri merasa lebih nyaman.

Masih menurut Alex, persoalan sampah menjadi pertimbangan penting karena Pulau Kemaro sudah dikenal dunia dan menjadi salah satu wisata religi saat perayaan imlek dan Cap Go Meh. Bahkan tamu yang datang diketahui tidak hanya dari Indonesia saja.

"Saya sarankan pengurus yayasan ini tahun depan kerjasama dengan Dinas Kebersihan Kota. Minta petugasnya 100 atau 200 orang selama tiga hari untuk bersihkan, jadi tahun depan tidak ada lagi satupun sampah yang berserakan," sambung Alex.

Secara terpisah, Humas Pulau Kemaro Tjik Harun, mengatakan pelaksanaan perayaan Cap Go Meh terbilang sukses. Pasalnya ada ribuan tamu yang datang dan disambut dengan hiburan rakyat tradisional.

"Kita tadi sudah sama-sama lihat acara berjalan sukses dan kita panitia juga sediakan hiburan rakyat, mulai dari wayang tradisional China hingga band lokal. Tamu yang datang sejauh ini masih dari tingkat Asia, seperti Malaysia, Singapura dan India," kata Tjik Harun.

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menyoroti masalah sampah yang berserakanGubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menyoroti masalah sampah yang berserakan (Foto: Raja Adil Siregar/detikcom)

Dikatakan Harun, tamu yang datang sejauh ini adalah untuk sembahyang dan menjalankan kegiatan keagamaan. Sementara itu, untuk yang muslim mayoritas hanya ikut meramaikan saja.

"Perayaan Cap Go Meh ini sebenarnya juga mernggambarkan keberagaman kita di Sumatera Selatan. Kita bersyukur bisa hidup damai dan lihat saja saat semua pengunjung ikut berbaur, semua seperti tidak ada perbedaan," tutupnya.

Pantauan detikcom di lapangan, ribuan pengunjung terlihat memadati setiap lorong acara di Pulau Kemaro. Mereka yang beragama Budha pun tetap khusyuk saat melakukan sembahyang.

Tercatat ada dua jalur alternatif untuk sampai ke Pulau Kemaro saat perayaan Cap Go Meh. Apakah melalui jalur perairan Sungai Musi atau menyebrang melalui sisi kanan di Pulau Kemaro yang dibuka khusus saat perayaan Cap Go Meh.

Alex Noerdin datang bersama Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain, Pangdam II Sriwijaya Mayjen AM Putranto, Kapolresta Palembang Kombes Wahyu Bintono dan Pjs Wali Kota Palembang, Ahmad Najib.

Selain itu, terlihat pula calon Gubernur Sumatera Selatan Aswari Rivai yang mengelilingi lokasi beserta rombongan. Mereka ikut menyaksikan tumpah ruah ribuan masyarakat saat menyambut tahun baru China.
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed