DetikNews
Rabu 28 Februari 2018, 20:58 WIB

Curhat Novel yang Pesimistis Kasus Terornya Terungkap

Rivki - detikNews
Curhat Novel yang Pesimistis Kasus Terornya Terungkap Novel Baswedan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Penyidik senior KPK Novel Baswedan buka-bukaan di acara Mata Najwa. Novel mengaku pesimistis, dan menduga kasus penyiraman air keras kepada dirinya tidak akan terungkap.

Novel mengatakan keberhasilan pengungkapan suatu kasus ada pada 3 bulan penyelidikan awal. Jika 3 bulan tidak mendapatkan apa-apa, Novel menilai, kasus itu akan sulit diungkap.

"Salah satu faktor penting dalam kasus ini adalah CCTV. Kalau dibilang berapa lama (pengungkapan), ya harusnya 3 bulan pertama. Kalau 3 bulan pertama tidak dapat apa-apa, ya sulit. Setelah itu saya dapat informasi, CCTV tetangga saya belum dilihat," ujar Novel di acara Mata Najwa, Rabu (28/2/2018).

Novel juga bercerita tentang penyidik di kasusnya. Menurut Novel, penyidik yang menangani kasusnya adalah penyidik pengganti yang tak mengikuti kasus teror Novel ini dari awal.

"Saya lihat penyidik sekarang adalah penyidik pengganti. Mereka ada kesulitan karena tidak dari awal," ujarnya.

"Tanggapan Anda soal penyidik pengganti?" Tanya Najwa.

"Saya tidak mau larut, saya ingin umum saja. Saya menduga memang ini tidak akan diungkap serius," jawab Novel.

Soal pembentukan tim gabungan pencari fakta, Novel menginginkan hal itu dibentuk. Menurut Novel, pembentukan tim pencari fakta adalah wujud dari seriusnya pemerintah dan polisi untuk mengungkap kasus ini.

"Tapi, kalau kita abaikan (kasus ini), ya tidak usah (dibentuk tim pencari fakta). Kalau penting, ya Pak Presiden harusnya bentuk," kata Novel.
(rvk/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed