5 Skenario Pilpres 2019 Versi Populi, Jokowi Selalu Unggul

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 28 Feb 2018 16:56 WIB
Foto: Laily Rachev/Biro Pers
Foto: Laily Rachev/Biro Pers
Jakarta - Populi Center melakukan simulasi Pilpres 2019. Hasilnya, Joko Widodo (Jokowi) selalu unggul dalam simulasi tersebut. Seperti apa?

Survei digelar pada 7-16 Februari 2018 di 34 provinsi di Indonesia. Ada 1.200 responden yang diwawancara dengan dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling). Margin of error survei +- 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Proporsi gender dalam survei ditentukan 50:50.



Populi menggelar simulasi dengan 5 skenario duet Pilpres 2019. Dari kelima skenario tersebut, Jokowi dipasangkan dengan 5 cawapres berbeda, salah satunya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Untuk pesaing Jokowi, Populi menempatkan beberapa nama, seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, hingga Gatot Nurmantyo.

Yang menarik, duet Jokowi-Menkeu Sri Mulyani memperoleh suara tertinggi dalam simulasi tersebut. Duet Jokowi-Sri Mulyani diadu dengan Gatot-Anies.

Berikut ini simulasi duet Pilpres 2019 versi Populi:

Jokowi-AHY 50,8%
Prabowo-Anies 27,8%

Jokowi-Airlangga Hartarto 54,3%
Anies-AHY 14,8%

Jokowi-Sri Mulyani 57,3%
Gatot-Anies 15,8%

Jokowi-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) 50,6%
Prabowo-Anies 27,8%

Jokowi-Moeldoko 49,1%
Prabowo-Anies 28,8%

Peneliti Populi Center Hartanto Rosojati menjelaskan hasil simulasi duet itu menunjukkan sosok Jokowi yang paling mempengaruhi insentif elektoral. Kata Hartanto, Jokowi disandingkan dengan tokoh siapa pun tetap akan unggul.

"Kalau saya lihat, ini lebih cenderung kepada sosok Jokowi, ini dilihat kepuasan pemerintahan," kata Hartanto di Populi Center, Jalan S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (28/2/2018).

Menurut Hartanto, simulasi pasangan capres-cawapres itu dilakukan berdasarkan pertimbangan sosok militer. Selain itu, dia menjelaskan Prabowo juga mempunyai magnet elektoral yang cukup tinggi dibanding tokoh militer lain.

"Tidak ada hitung-hitungan matematis, sekadar simulasi dan tokoh militer yang muncul," tuturnya.

Hal itu terbukti, sambung dia, saat Jokowi-Sri melawan Gatot-Anies. Suara Jokowi-Sri dinilai lebih tinggi karena tak ada nama Prabowo di pasangan lawan. Begitu pula saat Jokowi-Airlangga melawan Anies-AHY.

"Kalau bisa dilihat, berdasarkan data Jokowi dipasangkan Sri Mulyani dengan tokoh lain, karena simulasinya Gatot sama Anies," ujarnya. (gbr/imk)