"Padi di sawah kami nyaris mati kekurangan air. Sebulan terakhir, daerah kami dilanda kekeringan," kata Kepala Desa Matangkeh, Ismail kepada detikcom, Rabu (28/2/2018).
Ismail menambahkan dengan kondisi kesulitan air demikian, Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji turun ke lapangan untuk melihat kondisi asli di lapangan. Setelah itu, dia merespon keluhan masyarakat dengan membangun beberapa titik sumur untuk masyarakat Pirak Timu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses pengeboran sudah sampai kedalaman 75 meter ke dalam tanah dan menemukan tanda-tanda adanya mata air.
"Kedalaman sudah dibor mencapai 75 meter dan tanda-tanda mata air pun sudah muncul. Hari ini, akan dilakukan pemasangan casingnya yaitu pipa paralon. Jika ini siap dan debit airnya sudah jelas. Dipastikan bisa memberikan manfaat bagi persawahan warga Matangkeh dan sekitarnya," sebut Ismail.
Selain itu, kata Ismail ada sekitar 1400 hektar sawah di Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, Aceh dilanda kekeringan beberapa pekan terakhir. Para petani mengalami kerugian pada musim tanam perdana tahun ini.
Sawah di kecamatan itu mengering lantaran hujan selama sebulan terakhir tidak turun apalagi persawahannya tidak ada aliran irigasi. Persawahan di daerah itu hanya mengandalkan air hujan serta mesin pompanisasi. (asp/asp)











































