"Kasusnya sudah kami proses dan untuk saat ini yang bersangkutan masih diperiksa," kata Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta kepada detikcom, Rabu (28/2/2018).
Viralnya kasus ini muncul dengan tulisan 3 paragraf berisi kronologi yang diduga kejadian pemukulan terhadap dokter magang di RSUD Badung, dr Grace. Tulisan itu disertai foto pria yang diduga sebagai pelaku pemukulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suteja menjelaskan dokter yang diduga ditampar menggunakan les dan kertas juga sudah divisum. Tak ada luka dan dokter itu sendiri mengaku sudah berdamai dengan si kepala desa.
"Tadi malam sudah divisum dan memang tidak ada luka. Kejadiannya sendiri pada Minggu (25/2) lalu," ucap Suteja.
"Pas mengobrol empat mata, dia (si dokter) ngomong tidak ada intimidasi dan tekanan. Dia juga bilang sudah nyaman di rumah sakit itu. Dia menganggap itu bukan masalah dan tidak tahu mengapa bisa ramai begini," pungkasnya.
Menurut Suteja berdasarkan keterangan si dokter, ada kemungkinan terjadi kesalahpahaman karena beda budaya antara si dokter dan si kepala desa. Namun proses hukum di kepolisian tetap berjalan.
"Komunikasi saja yang salah karena dia (si dokter) dari luar kota. Dia (si kepala desa) mungkin tidak mengerti maksudnya sehingga terjadi penamparan dengan kertas itu. Ada perdamaian tapi diproses kepolisian tetap jalan," ungkap Suteja. (vid/asp)











































