Dalam siaran pers yang disampaikan Jubir Wapres RI, Husain Abdullah, Rabu (28/2/2018), JK menyampaikan komitmen Indonesia tersebut di hadapan sejumlah pimpinan Afghanistan.
"Saya hadir di sini dalam konferensi ini dan menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam proses perdamaian dan perdamaian di Afghanistan," kata JK di hadapan sejumlah pimpinan Afghanistan di Kabul, Rabu (28/2).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Merobek persatuan masyarakat dan menghambat pembangunan sosial dan ekonomi. Karena konflik tidak pernah menguntungkan siapapun," ujar JK.
Foto: Wapres JK di Konferensi Proses Kabul ke-2 terkait perdamaian di Afghanistan. (Istimewa) |
"Alhamdulillah,kami mampu mengatasi tantangan dan konflik dan kami merasa terhormat untuk berbagi pengalaman ini," imbuh JK.
JK berpesan, perdamaian harus dipupuk dengan ikatan kepercayaan antara orang-orang di semua tingkat. Selain itu, perdamaian juga dilakukan dengan membangun komitmen yang kuat dan solid dari semua elemen masyarakat. Hal ini untuk menegakkan prinsip saling menghormati dan pengertian membangun dialog.
"Inklusivitas dalam membangun perdamaian sangat penting. Setiap orang Afghanistan adalah elemen kunci dan harus menjadi bagian dari solusi. Suara setiap orang Afghanistan harus didengar. Tidak ada yang harus ditinggalkan, semua suara terdengar. Karena Inklusivitas menyuntikkan rasa memiliki dan berbagi tanggung jawab terhadap perdamaian dan pembangunan perdamaian," pesan JK.
JK juga menekankan yang terpenting dalam membangun perdamaian adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat serta kredibilitas proses perdamaian itu sendiri. "Ini adalah bahan penting untuk perdamaian yang tahan lama," tegasnya.
Hari ini merupakan hari kedua kunjungan JK di Afghanistan. Selain menghadiri Konferensi Proses Kabul ke-2 terkait perdamaian di Afghanistan, JK juga sempat menerima kunjungan kehormatan Yamamoto special representative for the united nation asssistance mission in Afghanistan (UNAMA) di Istana Haram Sarai, Kabul.
Selain itu, JK juga mengunjungi Indonesia Islamic Center (IIC). Di sana JK melakukan Grounbreaking Klinik IIC, melaksanakan salat sunnag, serta berdialog dengan Majelis Ulama Afghanistan dan komunitas warga negara Indonesia yang tinggal di Afghanistan.
JK kemudian menyempatkan singgah ke KBRI Kabul. Lalu kembali ke Istana Sarai untuk persiapan jamuan santap malam dengan Presiden Ashraf Ghani. (nvl/fdn)












































Foto: Wapres JK di Konferensi Proses Kabul ke-2 terkait perdamaian di Afghanistan. (Istimewa)