JK Tegaskan Komitmen RI Dukung Perdamaian Afghanistan

JK Tegaskan Komitmen RI Dukung Perdamaian Afghanistan

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 28 Feb 2018 13:21 WIB
JK Tegaskan Komitmen RI Dukung Perdamaian Afghanistan
Foto: Wakil Presiden Jusuf Kalla (Noval-detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dipercaya menangani Konferensi Proses Kabul ke-2 terkait perdamaian di Afghanistan. JK pun menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam proses perdamaian di Afghanistan.

Dalam siaran pers yang disampaikan Jubir Wapres RI, Husain Abdullah, Rabu (28/2/2018), JK menyampaikan komitmen Indonesia tersebut di hadapan sejumlah pimpinan Afghanistan.

"Saya hadir di sini dalam konferensi ini dan menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam proses perdamaian dan perdamaian di Afghanistan," kata JK di hadapan sejumlah pimpinan Afghanistan di Kabul, Rabu (28/2).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut JK, konferensi tersebut sangat penting bagi proses perdamaian di Afghanistan. Hal ini karena konflik berkepanjangan selama 40 tahun di negara tersebut telah membuat banyak pihak menderita.

"Merobek persatuan masyarakat dan menghambat pembangunan sosial dan ekonomi. Karena konflik tidak pernah menguntungkan siapapun," ujar JK.

JK Tegaskan Komitmen RI Dukung Perdamaian AfghanistanFoto: Wapres JK di Konferensi Proses Kabul ke-2 terkait perdamaian di Afghanistan. (Istimewa)
Dalam pertemuan itu JK pun kemudian menyinggung persatuan di Indonesia yang penuh tantangan. Ada lebih dari 700 kelompok etnis dan 340 bahasa daerah yang membuat Indonesia menjadi bangsa yang pluralistik.

"Alhamdulillah,kami mampu mengatasi tantangan dan konflik dan kami merasa terhormat untuk berbagi pengalaman ini," imbuh JK.

JK berpesan, perdamaian harus dipupuk dengan ikatan kepercayaan antara orang-orang di semua tingkat. Selain itu, perdamaian juga dilakukan dengan membangun komitmen yang kuat dan solid dari semua elemen masyarakat. Hal ini untuk menegakkan prinsip saling menghormati dan pengertian membangun dialog.

"Inklusivitas dalam membangun perdamaian sangat penting. Setiap orang Afghanistan adalah elemen kunci dan harus menjadi bagian dari solusi. Suara setiap orang Afghanistan harus didengar. Tidak ada yang harus ditinggalkan, semua suara terdengar. Karena Inklusivitas menyuntikkan rasa memiliki dan berbagi tanggung jawab terhadap perdamaian dan pembangunan perdamaian," pesan JK.


JK juga menekankan yang terpenting dalam membangun perdamaian adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat serta kredibilitas proses perdamaian itu sendiri. "Ini adalah bahan penting untuk perdamaian yang tahan lama," tegasnya.

Hari ini merupakan hari kedua kunjungan JK di Afghanistan. Selain menghadiri Konferensi Proses Kabul ke-2 terkait perdamaian di Afghanistan, JK juga sempat menerima kunjungan kehormatan Yamamoto special representative for the united nation asssistance mission in Afghanistan (UNAMA) di Istana Haram Sarai, Kabul.


Selain itu, JK juga mengunjungi Indonesia Islamic Center (IIC). Di sana JK melakukan Grounbreaking Klinik IIC, melaksanakan salat sunnag, serta berdialog dengan Majelis Ulama Afghanistan dan komunitas warga negara Indonesia yang tinggal di Afghanistan.

JK kemudian menyempatkan singgah ke KBRI Kabul. Lalu kembali ke Istana Sarai untuk persiapan jamuan santap malam dengan Presiden Ashraf Ghani. (nvl/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads