DetikNews
Rabu 28 Februari 2018, 08:46 WIB

Soal Penyambutan Bos IMF, Ketua Komisi XI: Fadli Zon Jangan Sinis

Danu Damarjati - detikNews
Soal Penyambutan Bos IMF, Ketua Komisi XI: Fadli Zon Jangan Sinis Ketua Komisi XI DPR, Melchias Markus Mekeng (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritik penyambutan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde. Ketua Komisi bidang keuangan DPR menilai Fadli Zon punya karakter khas selalu menilai pemerintah sebagai pihak yang salah.

"Dia mah pokoknya apa yang dibuat pemerintah selalu salah, selalu jelek," kata Ketua Komisi XI DPR, Melchias Markus Mekeng, kepada detikcom, Rabu (28/2/2018).

Fadli Zon menilai bos IMF disambut bak raja, walaupun tak seharusnya Indonesia memperlakukan IMF demikian karena IMF berkontribusi terhadap gejolak ekonomi-politik Indonesia pada 1998. Namun Mekeng menilai penyambutan bos IMF masih dalam taraf sewajarnya sesuai tata aturan protokoler yang berlaku.

"Fadli Zon berpikiran terlalu sempit. Raja apaan? Raja yang datang ke sini saja biasa saja kok," ujar Mekeng yang juga politisi Partai Golkar ini.

Penyambutan dengan standar yang baik diterapkan karena Indonesia hidup dalam dunia internasional. Apalagi IMF adalah lembaga besar.

Mekeng juga tak setuju dengan penilaian Fadli Zon bahwa IMF adalah pihak yang menghancurkan keadaan Indonesia pada 1998. Indonesia kala itu hancur bukan karena IMF melainkan karena perilaku Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang sudah akut.

"Kita jangan terlalu sinis atau negatif thinking terhadap orang. Kita hidup di dunia internasional kok," ajak Mekeng kepada Fadli.

Fadli juga mengkritik soal penyelenggaraan acara IMF-World Bank di Bali pada Oktober nanti, yang menghabiskan anggaran Rp 1 triliun. Dikoreksi oleh Ketua Satgas Persiapan Annual Meeting IMF-World Bank BI, Peter Jacob, dananya bukan Rp 1 triliun melainkan Rp 800 miliar.

Adapun Mekeng berpandangan tak apa lah mengeluarkan modal besar untuk menarik investor, seperti penyelenggaraan IMF-World Bank di Bali nanti. Itu demi meningkatkan investasi ke Indonesia. Hasil yang baik tentu perlu modal yang cukup.

"Kalau mau mancing ikan gede, pancingnya juga harus bagus, umpannya juga jangan umpan kecil," kata Mekeng bermain analogi.


(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed